TANJUNGPINANG — Lis Darmansyah menegaskan bahwa panen raya tersebut bukan sekadar soal hasil jagung, melainkan simbol bangkitnya minat anak muda terhadap sektor pertanian. Ia menyebut semangat ini harus terus didorong agar menjadi gerakan kolektif di tengah urbanisasi.
“Ini luar biasa. Yang kita lihat hari ini bukan hanya jagung yang dipanen, tetapi semangat anak muda kita yang sudah mulai masuk ke pertanian. Ini yang harus kita dorong dan kembangkan bersama,” ujar Lis di lokasi panen.
Lahan Sempit, Produktivitas Tetap Jadi Prioritas
Para petani Gen Z di Senggarang membuktikan bahwa lahan terbatas bukan penghalang. Dengan pemanfaatan lahan secara kreatif dan dukungan teknologi, produktivitas pertanian tetap bisa ditingkatkan.
Lis menambahkan, pendekatan ini sekaligus membuka peluang usaha baru bagi generasi muda yang selama ini lebih tertarik bekerja di sektor informal. Ia menilai pertanian modern bisa menjadi ladang penghasilan yang menjanjikan.
Apa Langkah Pemkot Tanjungpinang Selanjutnya?
Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan regenerasi petani akan terus diperkuat. Hal ini mencakup pendampingan teknis hingga akses pasar bagi hasil panen.
Ke depan, keberadaan petani muda seperti di Senggarang diharapkan mampu menginspirasi kelompok pemuda lain di wilayah pesisir lainnya. Panen raya ini menjadi titik awal bagi upaya kolektif membangun ketahanan pangan kota.