BATAM — Proses pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang memasuki tahap krusial. BP Batam memastikan seluruh aspek administrasi dan teknis, mulai dari Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sedang diselesaikan sebelum konstruksi fisik dimulai.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa penyelesaian perizinan menjadi prioritas agar proyek strategis nasional ini berjalan tanpa hambatan. “Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai,” ujarnya belum lama ini.
Mengapa Sekolah Ini Menjadi Prioritas Nasional?
Program yang mendapat atensi penuh dari Presiden Prabowo Subianto ini hadir sebagai kawasan pendidikan terintegrasi. Tujuannya bukan sekadar membangun gedung sekolah, melainkan menyiapkan generasi muda yang unggul secara akademik dan memiliki keterampilan adaptif di tengah kemajuan industri Batam.
“Kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan siap bersaing,” tambah Amsakar.
Fasilitas dan Bekal Keterampilan untuk Siswa
Selain ruang belajar representatif, sekolah ini akan dilengkapi sarana prasarana modern untuk menunjang pembelajaran, pembentukan karakter, pengembangan bakat, hingga peningkatan kompetensi siswa. Pendidikan vokasi menjadi salah satu bekal utama dalam proses belajar-mengajar.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyebut pendekatan vokasi ini penting untuk meningkatkan daya saing anak-anak di era kemajuan teknologi. “Pemerintah ingin agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapat pendidikan yang layak,” pesannya.
Komunikasi Humanis dengan Warga Sekitar
Di tengah pemenuhan dokumen perizinan, pekerjaan lapangan yang berjalan saat ini berfokus pada pemagaran kawasan dan penanganan awal pencegahan banjir. BP Batam mengedepankan pendekatan komunikasi humanis dengan masyarakat sekitar dalam setiap tahapan persiapan.
Program ini disebut sebagai investasi jangka panjang yang berdampak besar bagi pembangunan Batam, khususnya dalam menyiapkan generasi penerus yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pembangunan fisik akan dilaksanakan bertahap setelah seluruh perizinan tuntas dengan target penyelesaian pada 2028.