NATUNA — Puluhan prajurit berseragam loreng biru tampak sibuk sejak pagi di kawasan Pantai Piwang. Mereka memapah warga lanjut usia, mendorong kursi roda, hingga membantu mengisi formulir pendaftaran. Pemandangan itu bukan bagian dari latihan militer, melainkan wujud layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di beranda negeri.
Hujan yang mengguyur sejak Sabtu (25/7) malam menyisakan langit kelabu dan udara dingin. Namun, hal itu tidak menyurutkan ratusan warga untuk datang berobat. Panitia sengaja membuka pendaftaran lebih awal sebelum acara seremonial dimulai, dengan dua tenda besar disiapkan sebagai tempat menunggu agar lansia tetap nyaman selama antrean.
Dokter Spesialis THT Jadi Primadona Warga Natuna
Layanan pemeriksaan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) menjadi yang paling banyak diminati. Selama ini, warga harus melalui proses rujukan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKRTL) seperti RSUD untuk bisa bertemu dokter spesialis, sehingga kehadiran layanan ini dinilai memangkas waktu dan biaya.
Salah satu warga yang memanfaatkan layanan ini adalah Eva Fitria (30). Ia datang bersama putrinya yang berusia enam tahun karena khawatir sang buah hati mulai sulit merespons ketika dipanggil. Hasil pemeriksaan dokter menemukan adanya kotoran telinga yang mengeras dan mengganggu pendengaran anaknya.
"Sebagian kotoran berhasil dibersihkan saat itu juga, sedangkan penanganan lanjutan dilakukan melalui pemeriksaan berikutnya di rumah sakit milik TNI AU," kata Eva.
Anak-Anak Dapat Edukasi Cara Menyikat Gigi
Di ruang pemeriksaan gigi, suasana tegang perlahan mencair. Tenaga kesehatan dan prajurit TNI AU mengajak anak-anak berbicara dengan cara sederhana sebelum memeriksa kondisi gigi mereka. Selain pemeriksaan, anak-anak mendapat edukasi tentang cara menyikat gigi yang benar serta kebiasaan sehari-hari untuk mencegah kerusakan gigi.
Sementara itu, ruang dokter umum terus didatangi warga dewasa hingga lansia dengan keluhan beragam, mulai dari sakit kepala, nyeri otot, gangguan lambung, hingga keluhan kesehatan yang selama ini dirasakan tetapi belum sempat diperiksa.
Mengubah Pandangan Anak Tentang Sosok Tentara
Bagi sebagian anak, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama berinteraksi langsung dengan prajurit TNI. Selama ini, sebagian dari mereka mengenal tentara sebagai sosok yang tegas dan berjarak. Bahkan, tidak jarang orang tua menggunakan sosok tentara sebagai gambaran untuk menakuti anak ketika sulit diarahkan.
Pandangan itu perlahan berubah setelah melihat prajurit TNI AU berinteraksi secara ramah. Para prajurit membantu warga yang kesulitan berjalan, menghibur anak-anak yang menunggu antrean, serta memastikan setiap warga mendapat pelayanan dengan tertib. Kehadiran mereka membuat interaksi antara prajurit dan masyarakat semakin dekat, tanpa jarak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Ke-79 TNI AU yang melibatkan dokter spesialis THT, dokter gigi, dokter umum, tenaga kesehatan, serta penyediaan obat-obatan bagi masyarakat.