Pencarian

BUMI Resources Garap Pabrik Metanol Rp 36,8 Triliun, Ubah Batu Bara Kalori Rendah Jadi Bahan Baku Global

Jumat, 31 Juli 2026 • 13:35:01 WIB
BUMI Resources Garap Pabrik Metanol Rp 36,8 Triliun, Ubah Batu Bara Kalori Rendah Jadi Bahan Baku Global
Penandatanganan kontrak FEED proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol oleh PT Bumi Etam Chemical di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

KEPULAUAN RIAUPT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan yang dibentuk PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia, menandatangani kontrak Front-End Engineering Design (FEED) di Jakarta, Rabu (29/7/2026). Penandatanganan ini menandai proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) mulai bergerak dari tahap perencanaan menuju konstruksi.

Presiden Direktur BEC Rio Supin mengatakan, pabrik yang berlokasi di kawasan BCIP Industrial Park ini sengaja dirancang menggunakan batu bara berkalori sekitar 3.300 kcal/kg. "Batu bara kalori rendah ini sebelumnya kurang diminati pasar ekspor karena nilai kalorinya rendah, tapi justru menjadi bahan baku utama yang ekonomis untuk gasifikasi," ujarnya.

Mengapa Batu Bara Kalori Rendah Jadi Andalan?

Pemilihan batu bara kalori rendah bukan tanpa alasan. Komoditas ini selama ini kerap dijual dengan harga lebih murah di pasar internasional. Dengan mengolahnya menjadi metanol, BUMI bisa mendapatkan margin yang jauh lebih tinggi dibanding menjual batu bara mentah.

Namun, sebelum diproses menjadi gas sintesis, batu bara harus melewati tahap pengeringan terlebih dahulu karena kadar airnya tinggi. "Setelah kering, batu bara diolah menjadi gas sintesis, dimurnikan, baru masuk tahap methanol synthesis dan distillation," jelas Rio.

Proyek ini juga akan menghasilkan produk samping berupa sulfuric acid. Seluruh fasilitas dibangun terintegrasi, termasuk pembangkit listrik dan instalasi pemurnian air untuk mendukung proses produksi. "Pembangkit di sini sangat penting karena tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga steam atau uap yang digunakan dalam proses gasifikasi dan methanol synthesis," kata Rio.

Standar Internasional, Bukan Standar China

BEC menegaskan kualitas metanol yang diproduksi akan mengacu pada standar European Methanol Producers Association (IMPCA), bukan standar GB China. Keputusan ini diambil agar produk bisa diterima pasar global.

"Dalam engineering study yang kami lakukan, kami meminta methanol grade mengikuti standar internasional, tidak mengikuti standar GB China," tegas Rio.

Lokasi pabrik yang berada di pinggir Selat Makassar dinilai strategis untuk distribusi. Jalur pelayaran internasional yang padat akan memudahkan pengiriman metanol ke pasar domestik maupun mancanegara.

Dampak ke Industri dan Perekonomian

Metanol merupakan bahan baku penting bagi industri kimia, mulai dari formaldehida, asam asetat, hingga bahan bakar campuran. Dengan kapasitas 2 juta ton per tahun, pabrik ini berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor metanol yang selama ini dipenuhi dari negara lain.

Tahap berikutnya setelah FEED adalah penyusunan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement. Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini akan menjadi salah satu pabrik metanol berbasis batu bara terbesar di Asia Tenggara dan mengubah posisi batu bara kalori rendah dari komoditas murah menjadi bahan baku industri bernilai tinggi.

Follow www.kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks