Pencarian

ESG Award 2026 by KEHATI: 73 Perusahaan Dinilai, Ini Daftar Pemenang dari BCA hingga East Ventures

Senin, 10 Agustus 2026 • 10:32:01 WIB
ESG Award 2026 by KEHATI: 73 Perusahaan Dinilai, Ini Daftar Pemenang dari BCA hingga East Ventures
Dewan Juri ESG Award 2026 by KEHATI menetapkan 73 perusahaan sebagai peserta penilaian penghargaan keberlanjutan di Kepulauan Riau.

KEPULAUAN RIAU — Dewan Juri ESG Award 2026 by KEHATI menetapkan para pemenang melalui proses seleksi berlapis, mencakup penilaian administratif, evaluasi substansi, scoring sesuai kategori, hingga Sidang Pleno Dewan Juri. Tidak ada proses nominasi terbuka; penilaian dilakukan langsung terhadap praktik ESG yang telah berjalan di masing-masing institusi sepanjang tahun berjalan.

Emiten Perbankan dan Consumer Goods Dominasi Kategori Capital Market

Pada sektor Capital Market, kategori Listed Company dimenangkan oleh tiga emiten besar: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). Ketiganya dinilai unggul dalam tata kelola lingkungan dan transparansi risiko keberlanjutan.

Untuk kategori Investor – Fund Manager, penghargaan jatuh kepada PT BNP Paribas Asset Management dan PT Eastspring Investments Indonesia. Sementara itu, kategori Pension Fund diraih oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Dana Pensiun Telkom. PT AXA Mandiri Financial Services memenangkan kategori Investor – Insurance Company.

Startup Daur Ulang dan Agritech Menang di Sektor Impact Investment

Di luar emiten besar, KEHATI memberikan ruang bagi pelaku usaha sosial melalui sektor Impact Investment. PT Ekonomi Sirkular Indonesia (Surplus Indonesia) yang bergerak di food rescue, Pandawa Agri Indonesia di sektor agritech, serta PT Berkah Inovasi Kreatif Indonesia (BIKI) terpilih sebagai Impact Entrepreneur terbaik. East Ventures dinobatkan sebagai Investor on Impact Investment.

Pada sektor Debt & Project Financing, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memenangkan kategori Issuer/Borrower atas penerbitan instrumen keuangan berkelanjutan. Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) tercatat sebagai Investor/Creditor terbaik. PwC Indonesia dan KUMPUL dinobatkan sebagai Best Facilitator.

ESG Bukan Lagi Sekadar Kepatuhan, Melainkan Fondasi Ketahanan Bisnis

Anggota Dewan Juri ESG Award 2026 by KEHATI, Ongki Kurniawan, menegaskan bahwa pergeseran paradigma ini terjadi di tengah meningkatnya tuntutan investor institusional global terhadap transparansi dampak bisnis.

"ESG bukan lagi sekadar memenuhi ekspektasi regulator atau investor. ESG telah menjadi fondasi bagi perusahaan untuk membangun bisnis yang tangguh, dipercaya, dan relevan dalam jangka panjang," ujar Ongki dalam sambutannya di Jakarta, Kamis (6/8).

Menurut Ongki, kemampuan menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat akan semakin menentukan keberhasilan perusahaan di masa depan. Ajang ini menjadi ruang apresiasi bagi organisasi yang tidak hanya mencatatkan kinerja bisnis positif, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan dalam tata kelola yang bertanggung jawab.

Ekonomi Hijau Masih Terganjal Terbatasnya Produk Investasi

Meski ekosistem investasi berkelanjutan terus tumbuh—ditandai dengan peluncuran indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI sejak 2021—adopsi di pasar domestik masih menghadapi hambatan struktural. Produk investasi berbasis ESG masih jauh lebih terbatas dibandingkan produk konvensional, sementara literasi pelaku pasar terhadap konsep ini belum merata.

Sejak indeks SRI-KEHATI diluncurkan pada 2009 bersama Bursa Efek Indonesia, KEHATI mencatat total partisipasi sekitar 73 perusahaan dari berbagai sektor selama tiga tahun penyelenggaraan ESG Award. Angka tersebut menunjukkan minat yang konsisten, namun masih menyisakan pekerjaan rumah besar untuk memperluas adopsi ESG di luar perusahaan besar.

KEHATI berharap penghargaan ini dapat mendorong lebih banyak emiten, lembaga pembiayaan, dan investor untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi bisnis, bukan sekadar proyek pencitraan. Semakin luas penerapan prinsip ini, semakin besar kontribusi sektor usaha dalam mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi yang lebih hijau dan inklusif.

Follow www.kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritakota.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks