Pencarian

Dinkes Kepri Akui 30 Persen Tenaga Kesehatan Belum Terpenuhi, Natuna dan Anambas Jadi Wilayah Paling Terdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 • 14:04:01 WIB
Dinkes Kepri Akui 30 Persen Tenaga Kesehatan Belum Terpenuhi, Natuna dan Anambas Jadi Wilayah Paling Terdampak
Pemenuhan tenaga kesehatan di Kepulauan Riau baru mencapai sekitar 70 persen.

TANJUNGPINANG — Ketimpangan distribusi tenaga medis di Kepulauan Riau masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Data Dinkes Kepri menunjukkan pemenuhan tenaga kesehatan (nakes) baru mencapai sekitar 70 persen, sementara kebutuhan dokter spesialis di sejumlah kabupaten kepulauan juga masih jauh dari standar ideal.

Yosei Susanti mengungkapkan bahwa kekurangan tenaga medis paling terasa di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Natuna, di mana sejumlah puskesmas belum memiliki dokter umum. Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan disebabkan oleh minimnya jumlah dokter secara total, melainkan pemerataan yang belum berjalan optimal.

"Nakes yang belum tercukupi itu di Natuna, Anambas, hingga Lingga. Namun yang perkotaan sudah mencukupi," kata Yosei, Selasa (11/8/2026).

Kebutuhan Dokter Spesialis di Karimun, Anambas, dan Lingga

Selain dokter umum, kebutuhan tenaga spesialis juga menjadi sorotan. Kabupaten Karimun, Anambas, dan Lingga disebut masih membutuhkan tambahan dokter spesialis untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah.

"Seperti dokter spesialis, Karimun masih kurang, Anambas dan Lingga juga belum terpenuhi," tambah Yosei.

Idealnya, setiap rumah sakit dan puskesmas di Kepri memiliki empat dokter spesialis dasar serta tiga dokter spesialis penunjang. Namun realisasi di lapangan masih jauh dari target, terutama di wilayah yang akses transportasinya terbatas.

58 Dokter Disiapkan Lewat Program Beasiswa Spesialis

Pemerintah Provinsi Kepri bersama pemerintah kabupaten/kota tengah menyiapkan solusi jangka panjang. Sebanyak 58 dokter saat ini tengah menjalani pendidikan spesialis melalui program beasiswa yang dirancang untuk mengisi kekosongan di daerah.

"Untuk daerah pulau masih dalam proses seleksi. Sebagian masih belajar dan sebagian sudah ada yang selesai menjalani pendidikan," pungkasnya.

Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga medis di wilayah terluar, sekaligus mengurangi ketergantungan pada dokter yang hanya bersedia bertugas di perkotaan. Namun, proses pendidikan spesialis yang memakan waktu bertahun-tahun membuat dampaknya belum bisa dirasakan dalam waktu dekat.

Follow www.kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medianesia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks