BATAM — BP Batam buka suara terkait menurunnya volume Waduk Nongsa yang dipicu musim kemarau. Penurunan ini memengaruhi kapasitas produksi IPAM Nongsa, namun pasokan ke pelanggan disebut tetap aman berkat sistem jaringan terintegrasi.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano menjelaskan, ketersediaan air bersih di Batam sangat bergantung pada air baku dari waduk. Kondisi cuaca menjadi faktor utama yang harus diantisipasi bersama oleh semua pihak.
“BU SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hilir terus mengoptimalkan sistem pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas,” kata Denny dalam keterangan resminya, Selasa (18/2/2025).
Pasokan dari Waduk Duriangkang Jadi Andalan Utama
Meski volume Waduk Nongsa turun, proses pengolahan dan distribusi air tetap mengacu pada standar baku mutu yang berlaku. Untuk menjaga kontinuitas layanan, BP Batam memaksimalkan pasokan dari IPAM lain lewat interkoneksi jaringan, termasuk ke wilayah ujung jaringan.
Denny meluruskan kabar yang berkembang di masyarakat. Kawasan Nongsa Digital Park (NDP) tidak bergantung pada Waduk Nongsa. Pasokan utama NDP berasal dari jaringan Waduk Duriangkang, sementara Waduk Nongsa hanya berfungsi sebagai sumber penunjang.
“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber dan jaringan yang tersedia untuk menjaga pelayanan air bersih, khususnya bagi kebutuhan rumah tangga maupun industri,” tegasnya.
IPA Baru Sei Ladi dan Teknologi SWRO Disiapkan
BP Batam tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek. Infrastruktur air bersih jangka panjang terus diperkuat, salah satunya dengan membangun instalasi pengolahan air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik di Sei Ladi tahun ini.
Selain itu, BP Batam mengembangkan potensi sumber air baku baru di luar waduk. Teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang mengolah air laut menjadi air tawar tengah disiapkan sebagai langkah antisipasi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan industri ke depan.
Penguatan interkoneksi antarwaduk juga terus dilakukan. Tujuannya agar distribusi air ke berbagai wilayah, termasuk Nongsa, semakin fleksibel dan stabil ketika salah satu sumber mengalami gangguan.
Imbauan untuk Masyarakat Batam
Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, Denny mengajak seluruh warga Batam berperan aktif menjaga ketersediaan air. Penggunaan air secara bijak dinilai menjadi bagian penting dari upaya menjaga pasokan bagi seluruh masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketersediaan air dengan tidak menggunakan air secara berlebihan, memastikan tidak ada kebocoran dan menghindari pemborosan,” pungkas Denny.