TANJUNGPINANG — Investasi ritel modern di Tanjungpinang terus bergulir. Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyebutkan, dari total komitmen 25 gerai yang masuk, lima unit sudah berdiri dan beroperasi. Kelima gerai tersebut tersebar di Jalan Gatot Subroto Batu 5, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Raja Haji Fisabilillah, kawasan Batu 10, dan Jalan WR Supratman dekat Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib.
“Komitmennya kemarin akan membangun 25 gerai di Tanjungpinang. Saat ini sudah ada lima gerai yang terbangun,” kata Lis, Kamis (6/8/2026).
Pemerataan Lokasi Jadi Syarat Utama
Pemkot Tanjungpinang tidak sekadar mengejar jumlah investasi. Lis menegaskan, distribusi lokasi menjadi pertimbangan utama agar pasar tetap sehat. Pemerintah daerah secara sadar menghindari penumpukan ritel modern di satu kawasan yang sama.
“Kita juga menjaga persaingan bisnis. Jangan sampai nanti di satu tempat ada Indomaret, di tempat lain ada Alfamart. Kita maunya tersebar,” ujarnya.
Tiga Pengajuan Baru Masuk, Jaringan Lain Masih Dijajaki
Selain proyek 25 gerai yang sudah dikomitmenkan, Lis menyebut ada tiga pengajuan pembangunan dari pihak individu. Peluang masuknya jaringan ritel modern lain juga masih dalam tahap penjajakan.
Masuknya ritel modern diharapkan memberi dampak langsung pada perekonomian warga. Dari setiap gerai yang dibangun, diperkirakan mampu menyerap sekitar tujuh hingga 12 pekerja lokal.
“Meskipun tidak terlalu banyak, tapi tetap dapat menyerap tenaga kerja lokal,” kata Lis.
Target Kurangi Angka Pengangguran
Dengan target 25 gerai yang terus berjalan, Lis berharap investasi ini ikut menekan angka pengangguran di Tanjungpinang. Serapan tenaga kerja dari sektor ritel dinilai menjadi salah satu katup penyelamat bagi pencari kerja lokal, meskipun skalanya tidak besar.