Pencarian

Wali Kota Batam Amsakar Achmad Lantik Panglima Sambang Gagak Hitam, Tepung Tawar Warnai Prosesi Adat di Hotel Vanilla

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 09:45:01 WIB
Wali Kota Batam Amsakar Achmad Lantik Panglima Sambang Gagak Hitam, Tepung Tawar Warnai Prosesi Adat di Hotel Vanilla
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerahkan pataka kepada Rikayasa sebagai tanda pelantikan Panglima Sambang Gagak Hitam di Hotel Vanilla, Jumat (31/7/2026).

BATAM — Prosesi adat Melayu kental mewarnai malam pergantian kepemimpinan di Hotel Vanilla, Jumat (31/7/2026). Rikayasa resmi dilantik sebagai Panglima Sambang Kota Batam dengan gelar Datuk Panglima Hitam oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Organisasi yang menaungi kepemimpinan baru ini adalah Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam, singkatan dari Gerakan Gabungan Anak Kepulauan–Hidup Indah Tegaknya Adat dan Marwah. Pelantikan ini menjadi pengingat bahwa nilai kebersamaan tetap relevan di tengah hiruk-pikuk Batam sebagai kota industri.

Estafet Kepemimpinan Melalui Simbol Pataka dan Tepung Tawar

Rangkaian prosesi dimulai dengan penyerahan pataka, tanda kepemimpinan, dari pengurus lama kepada Rikayasa. Pataka tersebut menjadi simbol estafet amanah yang kini diemban oleh Datuk Panglima Hitam.

Tak lama berselang, prosesi tepung tawar digelar. Taburan tepung dan wewangian dimaknai sebagai doa agar kepemimpinan anyar diberi kekuatan, keberkahan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan roda organisasi.

Pesan Tegas Amsakar: Organisasi Adat Jangan Jadi Sumber Kegaduhan

Di hadapan para pasukan adat, Amsakar menyampaikan selamat atas amanah yang baru saja diberikan. Ia berharap Gagak Hitam semakin maju, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan selamat atas amanah yang telah diberikan. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan yang baru ini, Gagak Hitam semakin maju, semakin solid, dan semakin mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, Amsakar mengingatkan peran strategis organisasi adat di tengah dinamika Batam yang bergerak cepat. Ia menilai kelompok semacam ini idealnya berfungsi sebagai penyejuk, bukan pemicu gesekan di masyarakat.

“Organisasi seperti ini idealnya menjadi penyejuk. Bukan malah jadi sumber kegaduhan. Mari bergerak bersama menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan mengambil bagian dalam mendukung pembangunan agar Batam semakin maju, nyaman, dan harmonis,” pesannya.

Batam Butuh Peredam di Tengah Derasnya Arus Modernisasi

Menurut Amsakar, Batam dengan lalu lintas industri, perdagangan, dan investasi yang padat sangat membutuhkan peredam. Organisasi adat dan kemasyarakatan dinilai sebagai perekat yang ampuh menjaga keberagaman agar tidak pecah oleh arus modernisasi.

“Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat adalah modal penting. Kita ingin Batam maju, tetapi kearifan lokal tidak hilang,” tambahnya.

Datuk Panglima Hitam: Kami Ingin Jadi Bagian dari Solusi

Menerima pataka dan amanah tersebut, Datuk Panglima Hitam langsung merespons dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan kesiapannya untuk mengabdi, bukan mencari kuasa.

“Ini merupakan kebanggaan sekaligus amanah besar bagi kami untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Kepercayaan ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya demi menjaga marwah organisasi dan memberikan manfaat bagi daerah,” ujarnya mantap.

Panglima Sambang yang baru itu berkomitmen menjadikan Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sekadar organisasi seremonial belaka.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi, menjadi peneduh bagi masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan semangat kebersamaan di Kota Batam,” tutupnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi tonggak baru kolaborasi antara Pemerintah Kota Batam dan elemen adat. Sinergi ini dinilai mampu menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, di mana nilai-nilai budaya tetap terjaga di tengah gempuran modernisasi.

Follow www.kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepripedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks