TANJUNGPINANG — Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepulauan Riau memastikan pekerjaan fisik kanal banjir di Kampung Purwodadi, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, kembali dilanjutkan pada tahun ini. Proyek yang masuk dalam daftar prioritas infrastruktur daerah itu dijadwalkan berjalan selama 120 hari kalender dengan sumber dana murni dari APBD Provinsi Kepri.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPP Kepri, Dona Astrina, menyebutkan lingkup pekerjaan tahun ini meliputi pemasangan batu miring untuk dinding saluran, normalisasi aliran, serta perbaikan sejumlah titik saluran yang patah. "Tahun 2026 dilanjutkan lagi pekerjaannya, meliputi pemasangan batu miring untuk saluran, normalisasi, serta perbaikan saluran yang patah," kata Dona di Tanjungpinang, Kamis.
Banjir 2021: Air Rendam Permukiman hingga Satu Meter
Penanganan banjir di kawasan ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2021. Saat itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepri menjadi leading sector penanganan awal. Puncak bencana terjadi ketika air merendam permukiman warga mulai dari Jalan Korindo hingga Jalan Nusantara.
Dampaknya cukup parah. Genangan setinggi satu meter dilaporkan masuk hingga ke area perkebunan milik warga. "Banjir terbesar di Kampung Purwodadi terjadi pada 2021, di mana air merendam mulai dari Jalan Korindo hingga Jalan Nusantara yang mengakibatkan permukiman hingga perkebunan milik warga terendam banjir mencapai satu meter," ungkap Dona.
Fungsi Kanal dan Hasil yang Sudah Terlihat
Kanal pengendali banjir yang dibangun memiliki peran ganda. Selain mengalihkan kelebihan air hujan agar tidak menggenangi permukiman, saluran ini juga mempercepat aliran air menuju laut. Keberadaan infrastruktur ini dinilai menjadi kunci utama mencegah terulangnya banjir besar seperti tahun 2021.
Hasilnya mulai terasa nyata di penghujung tahun lalu. Setelah pengerjaan tahap pertama rampung pada 2025, area permukiman yang selama ini menjadi langganan banjir dilaporkan relatif aman. "Hasilnya sangat signifikan. Akhir tahun 2025 banjir tidak lagi merendam permukiman warga Purwodadi," sebut Dona.
Lanjutan Proyek 2025 dan Target Bebas Banjir
Proyek kanal ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kepri dalam menangani infrastruktur dasar di kawasan pesisir. Pada 2025, Dinas PUPP telah menganggarkan penanganan banjir untuk sebagian sungai yang berada paling dekat dengan permukiman warga yang paling terdampak.
Dengan adanya kelanjutan pembangunan pada 2026 ini, pemerintah menargetkan kawasan Purwodadi dan sekitarnya benar-benar terbebas dari ancaman banjir. Pekerjaan tahun ini difokuskan pada penyempurnaan struktur saluran agar kapasitas tampung air hujan semakin besar dan aliran menuju laut semakin lancar.