KEPULAUAN RIAU — Momen HUT ke-81 Kemerdekaan RI dimanfaatkan Dinas Kesehatan Kota Cimahi untuk memastikan tidak ada balita yang terlewat imunisasi dasar lengkap. Program PENARI ini menargetkan cakupan imunisasi rutin di 14 dari 15 kelurahan mencapai kekebalan kelompok, yaitu minimal 93 persen.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyebut imunisasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa perlindungan ini bukan hanya untuk satu anak, melainkan membentuk kekebalan komunitas yang menekan risiko penyebaran penyakit menular.
Program ini menyasar seluruh balita usia 0–59 bulan dan anak usia sekolah yang status imunisasinya belum lengkap. Layanan tersebar di semua puskesmas se-Kota Cimahi, posyandu, rumah sakit, klinik, praktik dokter dan bidan mandiri, serta jejaring fasilitas kesehatan lainnya.
Untuk menjangkau anak yang tidak datang ke fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan bersama kader Posyandu dan pemerintah kewilayahan melakukan penelusuran aktif. Mereka turun ke lingkungan permukiman untuk mengidentifikasi dan mengajak keluarga melengkapi imunisasi anak.
Selain imunisasi kejar untuk balita, Agustus 2026 juga menjadi bulan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahap I di seluruh SD dan SMP sederajat se-Kota Cimahi. Ada tiga jenis vaksin yang diberikan sesuai jenjang kelas:
Keterlambatan imunisasi membuat anak rentan tertular penyakit yang seharusnya bisa dicegah seperti campak, rubela, dan difteri. Semakin lama jeda dari jadwal, semakin lama pula perlindungan tubuh terbentuk.
Imunisasi kejar bukan berarti mengulang dari awal. Tenaga kesehatan akan menyesuaikan jadwal pemberian vaksin berdasarkan usia anak dan riwayat imunisasi yang sudah didapat. Orang tua cukup membawa buku KIA atau catatan imunisasi saat datang ke fasilitas kesehatan.
Pastikan anak dalam kondisi sehat saat akan diimunisasi. Jika anak demam atau sedang sakit berat, konsultasikan dulu dengan petugas kesehatan. Bawa buku KIA untuk pencatatan, dan jangan ragu bertanya tentang reaksi yang mungkin muncul setelah vaksinasi.
Reaksi umum seperti demam ringan atau kemerahan di bekas suntikan adalah hal normal. Berikan ASI atau air putih yang cukup dan kompres hangat jika diperlukan. Hubungi petugas kesehatan jika demam berlangsung lebih dari dua hari atau muncul gejala lain yang mengkhawatirkan.
Program PENARI dan BIAS adalah pengingat bahwa kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan melengkapi imunisasi sesuai jadwal, ibu turut berperan membangun generasi Cimahi yang sehat dan kuat menyongsong masa depan Indonesia.