TANJUNGPINANG — Ruas Jalan Aisyah Sulaiman yang selama ini menjadi salah satu wajah Kota Tanjungpinang kini tengah menjalani pembenahan. BPJN Kepri menerjunkan petugas untuk membersihkan dan mengecat ulang kerb jalan di sepanjang jalur protokol tersebut, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar polesan visual. BPJN Kepri menargetkan kawasan Bundaran D'Green hingga Bundaran Dompak Lama tampil lebih rapi dan tertata. Langkah ini diambil untuk menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus mendatang.
Pembenahan yang dilakukan BPJN Kepri memiliki dua fungsi sekaligus. Selain memperbaiki estetika visual kawasan, pembersihan dan pengecatan ulang kerb ini bertujuan menciptakan ruang publik yang lebih aman bagi pengguna jalan.
Kerb yang bersih dan memiliki marka jelas membantu pengendara membaca batas jalan dengan lebih baik, terutama saat malam hari. Hal ini sejalan dengan upaya menekan potensi kecelakaan di titik-titik tertentu.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, memberikan apresiasi atas inisiatif yang digencarkan BPJN Kepri. Menurutnya, kegiatan gotong royong ini merupakan momentum positif bagi ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.
"Tentu ini merupakan momentum kegiatan positif, sehingga sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri memiliki kesan indah yang ditinggalkan bagi siapa saja yang melintas," ucapnya.
Lis menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremonial belaka. Semangat perjuangan para pahlawan, kata dia, justru harus diwujudkan lewat kerja nyata yang berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat.
"Memperingati perjuangan para pahlawan harus diisi dengan aksi nyata dan positif, salah satunya seperti yang konsisten dilakukan BPJN hari ini," pungkasnya.
Bagi Lis Darmansyah, pembenahan fasilitas publik seperti pengecatan kerb jalan merupakan cerminan sikap peduli terhadap keindahan lingkungan tempat tinggal. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama, bukan hanya tanggung jawab instansi pemerintah semata.
Aksi yang dilakukan BPJN Kepri ini diharapkan dapat menginspirasi instansi lain maupun masyarakat untuk turut serta menjaga infrastruktur publik. Perawatan rutin menjadi kunci agar pembangunan yang telah dilakukan dapat bertahan lama dan memberikan manfaat optimal.