KEPULAUAN RIAU — Angka pemesanan awal Changan Indonesia mencatat sekitar 400 SPK, dan hampir 80 persen di antaranya atau sekitar 300 unit berasal dari model Nevo Q05. Menariknya, Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, mengungkapkan konsumen tidak ragu memilih tipe tertinggi. "Sebagian besar di yang tipe atas, yang Max," ujarnya di ICE BSD, Tangerang, Senin (3/8/2026).
Keputusan ini masuk akal jika melihat selisih fitur yang cukup signifikan. Namun sebelum memutuskan, ada baiknya memahami secara detail apa saja yang membedakan kedua varian ini, karena dana yang dikeluarkan tidak sedikit.
Dari sisi teknis, tidak ada perbedaan antara Pro dan Max. Ridjal menegaskan kapasitas baterai dan daya jangkau berkendara kedua varian ini sama persis. Konsumen tidak akan kehilangan performa atau efisiensi jika memilih tipe Pro.
Perbedaan paling kasat mata ada di bagian roda. Tipe Pro menggunakan ukuran rim velg yang lebih kecil, sementara Max tampil lebih sporty dengan velg berukuran besar. Akses bagasi juga berbeda: Max sudah dibekali teknologi power tailgate elektris, sedangkan Pro masih manual.
Padahal kapasitas bagasi standar Nevo Q05 sudah mencapai 540 liter. Membuka dan menutup pintu bagasi secara manual untuk SUV setinggi ini bisa terasa merepotkan, terutama bagi pengguna dengan postur tubuh tidak terlalu tinggi.
Di dalam kabin, varian Max menawarkan atap kaca panoramic roof yang membuat ruang terasa lebih lapang. Tipe Pro tidak memilikinya. Lebih penting dari itu, Max dilengkapi sistem pendingin kursi atau ventilated seat — fitur yang sangat berguna di iklim tropis Indonesia.
Ketiadaan ventilated seat di varian Pro bukan masalah besar jika Anda jarang berkendara macet. Namun untuk pemakaian harian di perkotaan seperti Jakarta atau Surabaya, fitur ini membuat perbedaan signifikan pada kenyamanan.
Ini pembeda yang paling substansial. Ridjal mengonfirmasi fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) pada tipe Pro berkurang dari Max. Sayangnya, ia tidak merinci fitur mana saja yang hilang.
Yang jelas, paket ADAS di varian Max mencakup sistem keselamatan pintar komprehensif seperti adaptive cruise control, lane keeping assist, hingga autonomous emergency braking. Di tipe Pro, sebagian fitur tersebut sengaja dikurangi untuk menekan harga jual.
Keputusan memilih Pro atau Max sebenarnya sederhana: hitung seberapa sering Anda membutuhkan fitur keselamatan aktif dan kenyamanan kabin. Jika mobil ini untuk perjalanan tol jarak jauh setiap pekan, fitur ADAS di Max akan terasa sangat berharga. Namun jika pemakaiannya hanya dalam kota dengan kecepatan rendah, varian Pro bisa menjadi pilihan lebih rasional.
Perlu dicatat juga bahwa selisih harga yang mencapai puluhan juta rupiah ini tidak memberikan perbedaan pada hal-hal yang paling mendasar: jarak tempuh, kecepatan pengisian daya, dan ruang kabin. Varian Pro tetap menawarkan esensi dari Nevo Q05 sebagai SUV compact ramah lingkungan dengan fleksibilitas ruang yang optimal — 27 kompartemen penyimpanan tersebar di seluruh kabin.
Keputusan akhir kembali ke kebutuhan dan anggaran. Tapi satu hal yang pasti: pasar Indonesia menunjukkan preferensi jelas pada kelengkapan fitur, dan Changan meresponsnya dengan menjadikan Max sebagai pilihan utama.