Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna membekali komunitas maritim Kepulauan Riau dengan keterampilan Medical First Responder (MFR) untuk menghadapi kondisi darurat di perairan. Pelatihan digelar di Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (7/10), melalui lokakarya pembentukan organisasi masyarakat sipil sektor kemaritiman. Keterampilan pertolongan pertama dinilai krusial bagi nelayan, pelaku wisata, hingga pelajar di wilayah kepulauan.
NATUNA — Kepala KPP Natuna Abdul Rahman mengatakan edukasi MFR diberikan karena respons cepat orang di sekitar korban menentukan keselamatan nyawa saat kecelakaan di laut. Pengetahuan pertolongan awal membantu korban bertahan sebelum petugas medis tiba.
Lokakarya tersebut berlangsung atas kolaborasi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dengan Universitas James Cook (JCU). Kegiatan mengangkat tema "Keselamatan dan Respons Darurat di Pantai dan Laut".
Respons Cepat di Laut Menentukan Nyawa Korban
Abdul Rahman menegaskan keterampilan pertolongan pertama dapat menekan risiko kondisi korban memburuk. Ia menyebut MFR penting dikuasai semua pihak yang beraktivitas di perairan.
"Salah satu faktor penunjang keselamatan ketika berada di laut dan di wilayah pesisir pantai, selain alat keselamatan di air, adalah respons yang cepat dan tepat dari orang di sekitar korban dalam memberikan pertolongan awal saat kondisi darurat terjadi," ucapnya.
KPP Natuna hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik pertolongan menggunakan boneka sebagai alat peraga.
Praktik Langsung dengan Boneka Peraga
Simulasi praktik digelar untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta menghadapi situasi darurat. Metode ini dipilih agar peserta terbiasa melakukan tindakan pertolongan awal secara benar.
Abdul Rahman menyatakan KPP Natuna berkomitmen mendorong masyarakat memahami pentingnya pengetahuan penyelamatan dasar. Upaya ini menyasar wilayah kepulauan seperti Natuna yang rentan kecelakaan di perairan.
"Menyadari hal itu, kami ingin terus mendorong seluruh masyarakat, terutama yang berkecimpung di komunitas nelayan maupun maritim, pelaku wisata hingga pelajar, agar memiliki kemampuan pertolongan pertama medis dasar atau MFR," katanya.
Sasaran Pelatihan: Nelayan hingga Pelajar
Komunitas nelayan, pelaku wisata, dan pelajar menjadi prioritas penerima pelatihan MFR. Ketiga kelompok itu paling sering beraktivitas di laut dan pesisir Natuna.
KPP Natuna berharap keterampilan ini menekan angka kematian akibat kecelakaan di perairan Kepulauan Riau. Pelatihan serupa direncanakan menjangkau lebih banyak komunitas maritim di wilayah kepulauan.