Pencarian

Kepala SMAN 1 Bunguran Timur Beberkan 3 Tantangan Pendidikan Natuna di Usia ke-27

Jumat, 09 Oktober 2026 • 07:32:02 WIB
Kepala SMAN 1 Bunguran Timur Beberkan 3 Tantangan Pendidikan Natuna di Usia ke-27
Kepala SMAN 1 Bunguran Timur, Ida Susanti, memaparkan perkembangan dan tantangan pendidikan Natuna di usia ke-27.

NATUNA — Ida Susanti menilai perkembangan pendidikan di Kabupaten Natuna pada usia ke-27 tahun menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Pemerataan akses pendidikan mulai dirasakan di sekolah yang ia pimpin. Peningkatan kualitas guru, antusiasme siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, serta prestasi peserta didik yang terus naik dari tahun ke tahun menjadi indikatornya.

"Di usia Natuna yang ke-27 tahun ini, perkembangan pendidikan di Natuna sangat signifikan. Jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu, akses pendidikan sudah lebih merata. Di SMAN 1 Bunguran Timur, kami melihat peningkatan dari segi kualitas guru, antusiasme murid untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan prestasi murid dari tahun ke tahun semakin meningkat," ujar Ida kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Kamis (8/10/2026).

Akses Internet Belum Stabil Jadi Kendala Digitalisasi Sekolah

Sarana digitalisasi menjadi persoalan pertama yang disorot Ida. Kebutuhan teknologi dan akses informasi digital dalam proses pembelajaran semakin besar, tetapi jaringan internet di sekolah belum sepenuhnya stabil. Bagi sekolah di wilayah kepulauan seperti Natuna, ketersediaan jaringan yang mumpuni menjadi bagian penting dalam pemerataan kualitas pendidikan.

Ida menyebut akses internet yang belum stabil sebagai salah satu kendala yang masih dihadapi sekolah. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena kegiatan pendidikan saat ini semakin bergantung pada dukungan teknologi.

Laboratorium IPA dan Komputer Butuh Fasilitas Memadai

Tantangan kedua berkaitan dengan keterbatasan fasilitas Laboratorium IPA dan Laboratorium Komputer. Ida menilai keberadaan fasilitas pembelajaran yang memadai dibutuhkan untuk mendukung proses pendidikan dan meningkatkan kemampuan peserta didik. Keterbatasan sarana itu menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan agar kemajuan kualitas guru dan prestasi siswa dapat diimbangi dengan fasilitas belajar yang setara.

Kondisi Geografis Natuna Hambat Pengiriman Sarana

Faktor geografis menjadi tantangan ketiga. Pengiriman sarana dan prasarana dari luar daerah membutuhkan waktu cukup lama, terlebih ketika cuaca tidak mendukung. Kondisi itu membuat pemenuhan kebutuhan sekolah secara cepat menjadi sulit dilakukan.

"Pengiriman sarana prasarana dari luar daerah masih membutuhkan waktu yang lama serta kondisi cuaca yang kadang menghambat," ungkap Ida.

Ida merangkum ketiga persoalan tersebut dalam pernyataannya kepada koranperbatasan.com. "Kami masih menghadapi berbagai tantangan, yaitu sarana digitalisasi, akses internet yang masih belum stabil, fasilitas Laboratorium IPA dan Laboratorium Komputer, serta infrastruktur pendukung akibat faktor geografis," jelasnya.

Program Unggulan Tetap Jalan di Tengah Keterbatasan

Di tengah berbagai keterbatasan, SMAN 1 Bunguran Timur tetap menjalankan sejumlah program unggulan untuk mendukung perkembangan peserta didik. Program tersebut meliputi ekstrakurikuler seni budaya, pembiasaan Kalcer (Kamis Ceria) yang berisi literasi dan numerasi, pembiasaan Imtaq setiap Jumat, serta Bunga-Bunga Srindit yang diselaraskan dengan Raya Smansa.

Program-program itu menjadi bagian dari upaya sekolah mengembangkan kemampuan siswa sekaligus menjaga nilai budaya setempat.

Sekolah Ikut Meriahkan HUT ke-27 Natuna

Dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Natuna, SMAN 1 Bunguran Timur menggelar sejumlah kegiatan. Kegiatan tersebut meliputi upacara bersama dan doa syukur untuk Natuna, gotong royong di lingkungan sekolah, serta ikut memeriahkan pawai budaya. Keterlibatan sekolah dalam kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap daerah sekaligus memperkuat kebersamaan dan pelestarian budaya.

Tiga Harapan Ida untuk Pendidikan Natuna ke Depan

Memasuki usia ke-27 Kabupaten Natuna, Ida menyampaikan tiga harapan utama untuk mendukung keberlanjutan pendidikan di daerah perbatasan. Pertama, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, terutama fasilitas digital dan akses internet bagi sekolah-sekolah di wilayah kepulauan. Harapan berikutnya berkaitan dengan pemenuhan fasilitas laboratorium dan infrastruktur pendukung agar proses belajar tidak lagi terkendala kondisi geografis.

Follow www.kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: koranperbatasan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks