Badan Pengusahaan (BP) Batam memasang pipa interkoneksi untuk mengalirkan air dari embung di kawasan Kebun Raya Nongsa ke Waduk Nongsa, Kepulauan Riau, guna menaikkan debit air yang menyusut akibat minimnya curah hujan. Tinggi Muka Air (TMA) waduk saat ini berada di kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut, turun sekitar 4,5 meter dari kondisi normal yang rata-rata 10 meter. BP Batam menargetkan debit air naik bertahap satu hingga dua meter melalui interkoneksi tersebut.
BATAM — Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyatakan pihaknya tengah mendorong agar debit air di Waduk Nongsa kembali naik secara bertahap. Pemasangan pipa interkoneksi dari embung Kebun Raya Nongsa menjadi langkah teknis utama yang dijalankan saat ini.
Selain mengalirkan air dari embung, BP Batam juga menyambung pipa berukuran 250 mm dan 300 mm sebagai bagian dari sistem interkoneksi. Penyambungan itu bertujuan meningkatkan efektivitas booster agar dorongan air menuju masyarakat lebih optimal.
Penurunan TMA Capai 4,5 Meter dari Kondisi Normal
Menurut Amsakar, TMA Waduk Nongsa saat ini berada di kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi normal, rata-rata TMA waduk berada di kisaran 10 meter, sementara pada kondisi puncak bisa mencapai sekitar 12,7 meter di atas permukaan laut.
Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir disebut menjadi penyebab utama berkurangnya debit air yang masuk ke waduk. Kondisi itu berdampak pada ketersediaan air baku dan memengaruhi distribusi serta suplai air kepada warga di wilayah Nongsa.
Target Kenaikan Satu hingga Dua Meter
"Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter," kata Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Selasa.
Amsakar menegaskan pekerjaan teknis tersebut dikebut agar tidak menimbulkan keluhan warga. "Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat," ujarnya.
Salat Istisqa Jadi Ikhtiar Spiritual
Selain langkah teknis, Amsakar mengajak masyarakat bersama-sama menunaikan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan. Menurutnya, persoalan kekeringan waduk perlu disikapi dari dua sisi sekaligus.
"Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi," tutup Amsakar.
"Beberapa langkah teknis sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat," katanya menegaskan.