Pencarian

Google Akui Googlebook Intel Bermasalah Jalankan Sebagian Aplikasi Android

Selasa, 06 Oktober 2026 • 20:07:31 WIB
Google Akui Googlebook Intel Bermasalah Jalankan Sebagian Aplikasi Android
Google mengonfirmasi sebagian aplikasi Android tidak optimal di laptop Googlebook berbasis prosesor Intel.

KEPULAUAN RIAU — Google mengonfirmasi sebagian aplikasi dan game Android kompleks berjalan tidak optimal di laptop Googlebook berbasis prosesor Intel. Kendala muncul akibat perbedaan arsitektur chip x86 Intel dengan mayoritas aplikasi Android yang dirancang untuk ARM. Google menyatakan sedang bekerja sama dengan pengembang, Intel, dan Qualcomm untuk memperbaiki kompatibilitas.

Konfirmasi itu disampaikan Google kepada Android Authority, tepat saat jajaran laptop Googlebook resmi dijual ke pasaran. Perusahaan tidak merinci berapa banyak aplikasi yang terdampak, juga tidak menyebut judul game atau aplikasi spesifik yang performanya menurun.

Pengakuan tersebut bertolak belakang dengan promosi Google sebelumnya. Google gencar mengklaim pengguna Googlebook berbasis Android bisa mengakses seluruh katalog aplikasi di Google Play Store tanpa hambatan berarti.

Akar Masalah: Arsitektur ARM vs x86 Intel

Google menyebut sumber kendala ada pada perbedaan arsitektur prosesor. Mayoritas aplikasi Android awalnya dirancang untuk chip berbasis ARM, sehingga butuh penyesuaian ulang saat dijalankan di platform x86 milik Intel.

"Sebagian besar aplikasi Android berjalan mulus di Googlebook berbasis Intel maupun Qualcomm sejak awal. Karena banyak aplikasi Android awalnya dirancang untuk chip Arm, sebagian kecil aplikasi atau game kompleks memerlukan penyesuaian dari pengembang agar dapat berjalan optimal di platform berbasis Intel. Kami bekerja sama erat dengan pengembang aplikasi, Intel, dan Qualcomm untuk terus mengoptimalkan performa serta memperluas kompatibilitas di seluruh portofolio," ujar pihak Google.

Kalimat itu menegaskan posisi Google: masalahnya bukan pada perangkat keras, melainkan pada kesiapan pengembang menyesuaikan aplikasi mereka untuk platform Intel.

Lima Model Googlebook, Dua Arsitektur Berbeda

Dari lima model laptop Googlebook yang beredar di pasaran, tiga di antaranya mengandalkan chip x86 buatan Intel. Ketiga model itu diproduksi Acer, Asus, dan Lenovo.

Dua model lainnya datang dari Dell dan HP dengan prosesor Snapdragon berbasis ARM besutan Qualcomm. Karena arsitekturnya sama dengan mayoritas perangkat Android, varian Dell dan HP diproyeksikan punya tingkat kompatibilitas dan stabilitas jauh lebih tinggi saat menjalankan aplikasi maupun game mobile.

Perbedaan nasib antara varian Intel dan Qualcomm ini menjadi catatan penting bagi calon pembeli di Indonesia. Pilihan chip tidak lagi sekadar soal performa mentah, tetapi menentukan seberapa lancar aplikasi Android favorit bisa dijalankan.

Dampak bagi Pengguna dan Pasar Laptop Android

Bagi pengguna yang mengandalkan Googlebook sebagai perangkat kerja sekaligus hiburan, kendala ini berpotensi mengganggu pengalaman harian. Game kompleks dan aplikasi berat menjadi kategori yang paling rentan mengalami penurunan kelancaran di varian Intel.

Google belum memberi tenggat kapan optimasi menyeluruh akan rampung. Perusahaan hanya menyatakan komitmen memperluas kompatibilitas di seluruh portofolio Googlebook, tanpa menyebut target waktu atau jumlah aplikasi yang akan diperbaiki lebih dulu.

Langkah berikutnya bergantung pada respons pengembang aplikasi. Selama penyesuaian untuk platform Intel belum dilakukan, pengguna Googlebook varian Acer, Asus, dan Lenovo harus bersiap menghadapi pengalaman yang belum sepenuhnya mulus dibanding pemilik model Dell dan HP.

Follow www.kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks