Pencarian

Review Samsung Galaxy Tab S12 Ultra: Layar OLED 14,6 Inci, Harga Naik USD 200

Rabu, 30 September 2026 • 20:07:31 WIB
Review Samsung Galaxy Tab S12 Ultra: Layar OLED 14,6 Inci, Harga Naik USD 200
Samsung Galaxy Tab S12 Ultra hadir dengan layar OLED 14,6 inci dan bodi setipis 0,2 inci.

KEPULAUAN RIAU — Samsung Galaxy Tab S12 Ultra menawarkan panel OLED 14,6 inci yang tajam dan bodi setipis 0,2 inci, tetapi harganya naik USD 200 menjadi USD 1.399 dibanding generasi sebelumnya. Tablet ini menyasar pengguna ekosistem Samsung yang butuh kanvas besar untuk streaming dan multitasking, meski DeX Mode belum sepenuhnya menggantikan laptop. Baterainya juga turun sekitar 30 menit dari model lama, dan keyboard Pro dijual terpisah seharga USD 399.

Pengujian Galaxy Tab S12 Ultra dilakukan selama sepekan penuh sebagai perangkat kerja harian sekaligus teman menonton. Metodenya mencakup pemakaian multitasking dengan banyak tab Chrome, sesi streaming video, dan pengukuran baterai lewat uji browsing Wi-Fi terus-menerus pada kecerahan layar 150 nits. Data benchmark dan pengukuran layar mengacu pada hasil uji laboratorium Tom's Guide, karena ulasan ini merangkum temuan dari pengujian tersebut.

Desain Tipis 0,2 Inci, Bobot 1,6 Pon

Secara fisik, Tab S12 Ultra nyaris kembar dengan pendahulunya. Dimensinya tetap 12,8 x 8,2 x 0,2 inci dengan bobot 1,6 pon, dan Samsung tidak mengubah bahasa desainnya sama sekali.

Tombol power dan volume berada di sisi kiri atas saat tablet dipegang horizontal. Di sisi kanan ada slot microSD dan satu port USB-C untuk pengisian daya. Jack headphone 3,5 mm tidak tersedia.

Bodi tipis dan ringan ini membuat tablet nyaman dibawa bepergian, meski memegangnya dalam waktu lama tetap terasa berat karena ukurannya yang besar.

Layar OLED 14,6 Inci: Paling Terang di Kelasnya untuk Konten SDR

Panel 14,6 inci dengan resolusi 2960 x 1848 ini jadi alasan utama tablet dibanderol mahal. Kontras antara elemen gelap dan terang sangat baik, dan detail gambar tetap tajam saat menonton video alam di YouTube.

Hasil uji laboratorium mencatat kecerahan 862 nits untuk SDR dan 916 nits untuk HDR. Angka ini mengalahkan iPad Pro M5 (561 nits SDR) dan OnePlus Pad 3 (530 nits SDR), meski iPad Pro sedikit lebih terang saat menampilkan konten HDR.

Reproduksi warna tergolong oversaturated dengan cakupan 149,8% sRGB dan 105,5% DCI-P3. Akurasi warnanya bagus di angka Delta-E 0,22, tetapi warna yang dihasilkan lebih vivid dan kurang natural dibanding iPad Pro maupun OnePlus Pad 3.

Performa MediaTek Dimensity 9500: Naik Tipis, Masih di Bawah iPad Pro

Chipset MediaTek Dimensity 9500 menggantikan Dimensity 9400+ di generasi sebelumnya, dengan RAM tetap 12GB di semua varian penyimpanan. Peningkatan performanya tidak besar, tetapi cukup untuk pekerjaan harian.

Skor Geekbench 6 mencapai 3229 single-core dan 9763 multi-core. Angka ini sedikit lebih tinggi dari model lama, namun masih jauh di bawah iPad Pro M5 yang mencatat 4.155 dan 16.517.

Di uji 3DMark Wild Life Extreme Unlimited, tablet ini meraih skor 6608 dengan 39,7 fps, setara OnePlus Pad 3 (38,38 fps) tetapi tertinggal dari iPad Pro M5 (59 fps). Untuk bermain game Android, membuka banyak aplikasi kerja, dan menonton YouTube, selisih performa itu tidak terasa mengganggu.

Baterai 11 Jam 31 Menit: Turun, Tapi Masih Cukup Sehari Kerja

Uji daya tahan menghasilkan waktu 11 jam 31 menit untuk browsing Wi-Fi terus-menerus. Angka ini sekitar 30 menit lebih pendek dari generasi sebelumnya, dan tertinggal jauh dari iPad Pro M5 (13 jam 16 menit) serta OnePlus Pad 3 (16 jam 21 menit).

Meski turun, daya tahannya masih menutupi sebagian besar hari kerja. Membawa charger tetap disarankan untuk berjaga-jaga.

DeX Mode Belum Bisa Gantikan Laptop

Mode desktop DeX praktis tidak berubah dari versi sebelumnya. Antarmukanya memang terasa lebih mirip Windows, tetapi fungsinya belum lengkap tanpa monitor eksternal.

Saat disambungkan ke monitor, taskbar bergaya Windows muncul di layar eksternal, sementara tablet hanya mendapat taskbar dengan fungsi terbatas. DeX terasa lebih berguna ketika bisa berjalan mandiri tanpa periferal tambahan.

Harga Naik USD 200, Keyboard Dijual Terpisah

Kenaikan harga USD 200 dari model sebelumnya kemungkinan besar dipicu krisis RAM yang menaikkan biaya komponen. Kondisi ini juga menjelaskan mengapa Samsung tidak menambah kapasitas RAM dibanding generasi lalu.

Untuk penggunaan kerja serius, pengguna masih harus membeli Galaxy Tab S11 Ultra Pro Keyboard seharga USD 399. Total belanja jadi jauh lebih tinggi dari harga tabletnya sendiri.

Kelebihan

  • Layar OLED 14,6 inci tajam dengan kecerahan SDR 862 nits, tertinggi di kelasnya
  • Bodi tipis 0,2 inci dan ringan 1,6 pon, mudah dibawa bepergian
  • Performa MediaTek Dimensity 9500 cukup untuk multitasking dan gaming Android
  • Baterai 11 jam 31 menit menutupi sebagian besar hari kerja
  • Ada slot microSD dan konektivitas Wi-Fi 7 serta Bluetooth 5.4

Kekurangan

  • Harga naik USD 200 menjadi USD 1.399 untuk peningkatan yang minim
  • DeX Mode belum bisa menggantikan laptop tanpa monitor eksternal
  • Baterai turun sekitar 30 menit dibanding generasi sebelumnya
  • Keyboard Pro dijual terpisah seharga USD 399
  • Bobot 1,6 pon membuatnya kurang nyaman dipegang lama
  • Tidak ada jack headphone 3,5 mm

Verdict

Galaxy Tab S12 Ultra tetap tablet Android yang solid untuk pengguna ekosistem Samsung yang menginginkan kanvas terbesar. Layar OLED-nya bersaing dengan iPad Pro, dan performanya lebih dari cukup untuk konsumsi konten serta pekerjaan ringan.

Tablet ini cocok untuk pengguna Samsung yang butuh layar besar untuk streaming dan multitasking. Kurang cocok untuk yang mencari pengganti laptop sepenuhnya, atau yang mengutamakan daya tahan baterai dan harga lebih terjangkau.

Jika hanya butuh tablet Android untuk streaming, Lenovo Tab Plus Gen 2 seharga USD 399 jadi pilihan lebih hemat. Pengguna ekosistem Apple sebaiknya melirik iPad Pro atau iPad Air.

Follow www.kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks