Pencarian

Pertamina Genjot Bisnis Energi Hijau, Emisi Semester I Lampaui Target 118 Persen

Rabu, 30 September 2026 • 15:06:32 WIB
Pertamina Genjot Bisnis Energi Hijau, Emisi Semester I Lampaui Target 118 Persen
Pertamina mempercepat pengembangan bisnis energi rendah karbon sepanjang semester I 2026.

KEPULAUAN RIAU — Pertamina mempercepat pengembangan bisnis energi rendah karbon sebagai sumber pertumbuhan baru, sambil tetap menjaga pasokan energi nasional. Sepanjang semester I 2026, program dekarbonisasi grup perusahaan berhasil memangkas emisi karbon 118 persen di atas target RKAP. Langkah ini menyiapkan fondasi Pertamina menuju target Net Zero Emission 2060.

Wenny Ipmawan, Senior Vice President Business Sustainability Pertamina, menyebut dua agenda besar perusahaan berjalan beriringan: menekan emisi dari kegiatan operasional sekaligus membuka peluang bisnis baru. Sejumlah sektor yang digarap antara lain biofuel, panas bumi, listrik energi bersih, pengolahan sampah menjadi energi, dan hidrogen hijau.

Pertamina memilih teknologi yang disesuaikan dengan karakter masing-masing kegiatan. Mulai dari tenaga surya, penyimpanan energi berbasis baterai, hingga penangkapan dan penyimpanan karbon atau CCS.

Transisi Energi Bertahap, Pasokan Tetap Jadi Prioritas

Wenny menegaskan permintaan energi dalam negeri masih tumbuh. Karena itu, transisi energi tidak bisa dilakukan sekaligus.

"Kebutuhan energi Indonesia masih terus tumbuh. Karena itu, transisi energi harus dilakukan secara bertahap, sambil memastikan energi tetap tersedia dan peluang bisnis rendah karbon bisa berkembang," ujar Wenny dalam keterangannya, Rabu (30/9).

Di sisi operasional, Pertamina menempuh jalur efisiensi: penghematan energi, optimalisasi bahan bakar, dan penerapan teknologi bersih. Upaya ini menekan emisi sekaligus membuat biaya operasi lebih ramping.

Namun Wenny memberi syarat penting bagi setiap proyek hijau. Inisiatif rendah karbon tidak boleh berhenti di tahap pengembangan teknologi.

"Kami ingin inisiatif rendah karbon tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi. Proyeknya juga harus layak secara ekonomi dan dapat dijalankan secara komersial," kata Wenny.

Dekarbonisasi Lampaui Target RKAP 2026

Klaim itu terbukti dari capaian program dekarbonisasi Pertamina Group. Sepanjang semester I 2026, pengurangan emisi karbon mencapai 118 persen di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026.

Artinya, realisasi pemangkasan emisi melampaui angka yang dicanangkan manajemen untuk periode tersebut. Capaian ini menjadi indikator awal bahwa strategi rendah karbon tidak sekadar wacana di atas kertas.

Manfaat Lebih Luas bagi Ekonomi Nasional

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menempatkan pengembangan bisnis rendah karbon sebagai bagian dari persiapan masa depan energi nasional. Perusahaan energi pelat merah itu tetap melayani kebutuhan energi hari ini, sambil menyiapkan opsi untuk dekade mendatang.

"Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus memenuhi kebutuhan energi hari ini, sekaligus menyiapkan pilihan energi untuk masa depan. Kami berharap pengembangan bisnis rendah karbon dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberi manfaat yang lebih luas bagi Indonesia," ujar Baron.

Bagi masyarakat, arah kebijakan ini berpotensi membuka lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor. Bagi investor, portofolio hijau Pertamina menjadi sinyal keseriusan perusahaan dalam menerapkan standar ESG kelas dunia.

Komitmen NZE 2060 dan Standar ESG Global

Baron menegaskan dekarbonisasi bukan proyek jangka pendek. Pertamina menjalankannya sebagai komitmen perusahaan terhadap target pemerintah mencapai Net Zero Emission pada 2060.

"Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen Perusahaan menjalankan target Pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060," pungkas Baron.

Dengan portofolio yang mencakup biofuel hingga hidrogen hijau, Pertamina memposisikan bisnis hijau bukan sebagai beban biaya, melainkan sumber pertumbuhan baru. Keberhasilan menembus target emisi semester I 2026 menjadi tolok ukur awal apakah strategi ganda ini berjalan sesuai rencana menuju 2045.

Follow www.kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks