Pencarian

16 Perusahaan Truk AS Bangkrut dalam Sebulan, Biaya Operasional Melonjak

Senin, 28 September 2026 • 15:05:31 WIB
16 Perusahaan Truk AS Bangkrut dalam Sebulan, Biaya Operasional Melonjak
perusahaan truk dan pengiriman barang AS mengajukan kebangkrutan dalam kurang dari satu bulan akibat lonjakan biaya operasional.

KEPULAUAN RIAU — Sebanyak 16 perusahaan truk dan pengiriman barang Amerika Serikat mengajukan kebangkrutan dalam kurang dari satu bulan, sejak akhir Agustus hingga 21 September. Gelombang kebangkrutan ini dipicu lonjakan harga bahan bakar diesel dan biaya operasional yang menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah industri.

Paragraf pembuka: Kebangkrutan yang diajukan melalui Bab 7 dan Bab 11 itu menandai puncak tekanan finansial yang menumpuk di sektor logistik darat AS. Perusahaan-perusahaan yang tumbang bergerak di segmen truk dan pengiriman barang, terdorong oleh lonjakan harga diesel serta membengkaknya komponen biaya operasional.

Biaya Operasional Cetak Rekor Tertinggi

Laporan American Transportation Research Institute (ATRI) mencatat biaya operasional rata-rata industri truk pada tahun sebelumnya menyentuh angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni USD2,336 per mil atau naik 3,4%. Kenaikan itu tidak datang dari satu komponen saja.

Biaya tol melesat paling tajam, menyentuh 13,2%. Perbaikan dan perawatan kendaraan juga semakin mahal dengan kenaikan 8,6%, sementara tunjangan pengemudi ikut naik 6,6%. Kombinasi ketiganya menghantam margin perusahaan truk yang selama ini tipis.

Ancaman Christmas Crash dan Harga Bahan Pokok

Krisis ini berpotensi memicu dampak ekonomi baru. Harga bahan pokok di supermarket berisiko melambung seiring naiknya biaya angkut, sementara musim liburan Natal terancam kelumpuhan pengiriman barang akibat kelangkaan armada truk.

Fenomena itu dikenal sebagai "Christmas Crash" — situasi ketika barang tidak sampai ke toko tepat waktu karena jumlah truk yang beroperasi menyusut. Bagi konsumen AS, dampaknya langsung terasa di rak supermarket dan harga eceran.

Tekanan yang Menumpuk Sejak Lama

Tumbangnya puluhan penyedia jasa logistik bukan kejadian mendadak. Tekanan finansial menumpuk perlahan, diperparah lonjakan harga bahan bakar diesel yang ekstrem dan biaya operasional yang terus naik dari tahun ke tahun.

Industri truk AS menanggung beban ganda: di satu sisi biaya melonjak, di sisi lain tarif angkut tidak selalu bisa dinaikkan secepat kenaikan biaya. Perusahaan dengan kas tipis paling cepat tersingkir.

Penutup: Gelombang kebangkrutan ini menjadi sinyal bahwa tekanan biaya di sektor logistik darat AS belum mereda. Jika kelangkaan armada truk berlanjut hingga musim liburan, dampaknya akan merembet ke harga barang dan rantai pasok secara luas.

Follow www.kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks