NATUNA — Kontingen Natuna hanya memberangkatkan 12 orang ke Kejurprov PBSI Kepri 2026, terdiri dari atlet, satu pelatih, dan dua official. Dari jumlah terbatas itu, Iffah Hurriyah menjadi satu-satunya atlet yang membawa pulang medali.
Iffah turun di nomor Tunggal Taruna Putri U-19 dan harus bersaing dengan atlet-atlet dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Ia menutup kejuaraan dengan medali perunggu.
Keterbatasan Biaya Jadi Kendala Kontingen Natuna
Ketua Pengkab PBSI Natuna, Charles Manuel, mengakui pihaknya tidak bisa mengirim banyak atlet ke Batam. Biaya keberangkatan kontingen masih ditanggung secara mandiri oleh masing-masing atlet.
Pengkab PBSI Natuna hanya memberikan dukungan berupa pendampingan, kostum atlet, serta kebutuhan teknis lain selama kejuaraan berlangsung.
"Kita cukup gembira dengan perolehan medali ini. Semoga ini menjadi penyemangat atlet-atlet muda Natuna untuk lebih giat berlatih," ujar Charles.
Dua Belas Orang, Tujuh Kategori
Meski jumlah personel terbatas, kontingen Natuna tetap turun di sejumlah kategori. Selain Tunggal Taruna U-19 putri, atlet Natuna bersaing di Tunggal Anak-anak U-13 putra dan putri, Tunggal Pemula U-15 putra dan putri, Tunggal Remaja U-17 putra, Ganda Putra Pemula U-15, serta Ganda Remaja U-17.
Kontingen didampingi pelatih Eza Rizky Ar Sandy bersama dua official, Venni Alvionita dan Desri Roni.
Batam Dominasi Perolehan Medali
Kejurprov PBSI Kepulauan Riau 2026 secara keseluruhan mencatatkan 56 medali, terdiri dari 14 emas, 14 perak, dan 28 perunggu. Kota Batam menjadi daerah dengan perolehan terbanyak, yakni 35 medali yang terdiri dari 10 emas, 10 perak, dan 15 perunggu.
Tanjungpinang mengoleksi 15 medali, sedangkan Bintan lima medali. Di tengah persaingan itu, satu medali perunggu Natuna menjadi hasil yang tetap diperhitungkan.
Harapan Dukungan Pemkab Natuna
Charles berharap Pemerintah Kabupaten Natuna memperbesar dukungan terhadap pembinaan atlet, termasuk bantuan akomodasi saat atlet mengikuti kejuaraan di luar daerah.
"Kita berharap ke depan ada dukungan dari pemerintah daerah untuk pembinaan atlet dan akomodasi mengikuti event di luar daerah, sehingga prestasi bulutangkis Natuna bisa terus berkembang," katanya.
Prestasi Iffah di Batam menjadi catatan positif bagi perkembangan bulutangkis Natuna. Pengkab PBSI Natuna berharap hasil itu memacu atlet-atlet muda lain untuk lebih giat berlatih menjelang kejuaraan berikutnya.