KEPULAUAN RIAU — Bhayangkara Presisi Lampung FC gagal mengunci kemenangan setelah ditahan Arema FC 2-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dalam lanjutan Super League 2026/2027. Tim tamu sempat unggul dua gol lebih dulu, tetapi Arema bangkit di babak kedua dan memaksa hasil imbang yang membuat Bhayangkara belum terkalahkan dalam empat laga.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, menyebut hasil imbang 2-2 melawan Arema FC sebagai hasil yang mengecewakan. Menurutnya, timnya tampil mendominasi dan bermain terbuka, tetapi gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.
Laga di Stadion Kanjuruhan berjalan sesuai skenario Bhayangkara pada paruh pertama. Mereka menyerang sejak awal dan membangun keunggulan dua gol sebelum jeda. Situasi berbalik setelah Arema mengubah cara bermain di babak kedua.
Oscar menilai Arema berhasil memanfaatkan transisi bertahan ke menyerang dan situasi bola mati untuk mencuri gol. Dua celah itu menjadi biang keladi hilangnya tiga poin yang sudah di depan mata.
"Sisi negatifnya kami tidak puas dengan hasil pertandingan karena posisinya mendominasi, menyerang, dan bermain terbuka tapi di babak kedua Arema membalikkan keadaan serta mendapatkan peluang menyamakan kedudukan," kata Oscar dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih asal Spanyol itu mengaku sudah mewanti-wanti anak asuhnya soal bahaya set piece Arema. Peringatan itu disampaikannya dalam konferensi pers sebelum pertandingan, dan terbukti di lapangan.
"Saat konferensi pers sebelum pertandingan kemarin, saya mengatakan soal itu dan hari ini terbukti," ucapnya.
Oscar membantah anggapan bahwa timnya bermain lebih bertahan dengan sistem low block di babak kedua. Ia menyebut Bhayangkara tetap memakai middle block, tetapi Arema menumpuk tujuh pemain di depan sehingga timnya terkesan mundur.
Evaluasi utama yang akan ditekankan ke pemain adalah konsistensi saat kehilangan bola. Oscar ingin anak asuhnya lebih cepat melakukan pressing begitu penguasaan bola lepas, agar lawan tidak leluasa membangun serangan balik.
Meski kehilangan kemenangan, Oscar tetap mengambil sisi positif dari hasil ini. Satu poin di kandang Arema membuat Bhayangkara melanjutkan tren belum terkalahkan di empat pertandingan Super League musim ini.
"Jadi kami melihat ini sebagai sesuatu yang positif, sebab melanjutkan tren tidak terkalahkan," ucapnya.
Dari empat laga, Bhayangkara mengemas enam poin hasil satu kemenangan dan tiga kali imbang. Catatan itu menjadi modal berharga sebelum menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya.
Penjaga gawang Bhayangkara, Awan Setho, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Baginya, satu poin bukan hasil yang memuaskan karena timnya sudah unggul dua gol lebih dulu.
"Hasil yang mengecewakan untuk kami karena sudah unggul 2-0 terus hasilnya imbang, ini terasa seperti kekalahan," kata Awan.
Awan mengakui Arema tampil lebih baik di babak kedua dibanding paruh pertama. Tuan rumah bermain lebih efektif dan efisien, terutama saat memanfaatkan set piece.
"Bermain lebih efektif, efisien, dan bisa memanfaatkan set piece dengan baik," ujarnya.
Bagi Bhayangkara, hasil ini menegaskan satu hal: dominasi penguasaan bola belum cukup jika tidak dibarengi ketajaman dan disiplin bertahan hingga akhir laga.