BMKG Peringatkan Kabut Asap Karhutla Selimuti Seluruh Kepri, Jarak Pandang dan Pernapasan Terancam

Penulis: Zulkifli Arief  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:03:02 WIB
BMKG memperingatkan potensi sebaran asap karhutla di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh wilayah Kepulauan Riau berpotensi diselimuti sebaran asap kebakaran hutan dan lahan pada Kamis ini. Peringatan itu menyebut kabut asap dapat mengganggu jarak pandang dan kesehatan pernapasan warga. Meski begitu, cuaca umum di Kepri diprakirakan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.

BATAM — Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui laporan yang dikutip di Batam, Kamis. Dalam laporannya, BMKG menegaskan bahwa sebaran asap Karhutla berpotensi muncul di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau.

"Waspada potensi sebaran asap Karhutla di seluruh wilayah Kepulauan Riau yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan," demikian peringatan BMKG.

Mengapa Asap Karhutla Mudah Menyebar di Kepri?

Rendahnya kelembapan udara di atmosfer sekitar wilayah Kepulauan Riau membuat potensi pertumbuhan awan hujan kurang maksimal. Kondisi itu turut memperbesar peluang asap dari titik panas bertahan lebih lama di udara.

Kendati demikian, hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah pada siang hari. Dua daerah yang diprakirakan diguyur hujan lokal adalah Kota Batam dan Kabupaten Natuna.

Prakiraan Suhu dan Angin di Kepri

Secara umum, suhu udara di wilayah Kepri berada pada kisaran 24–32 derajat Celsius. Tiupan angin didominasi dari arah Selatan hingga Barat Daya dan Barat.

Kecepatan angin berkisar antara 1 hingga 19 kilometer per jam. Angin dari arah barat daya berpotensi membawa partikel asap dari titik panas ke permukiman warga.

Dampak Kabut Asap bagi Warga Kepri

Kabut asap Karhutla berdampak langsung pada dua hal utama: jarak pandang dan kesehatan pernapasan. Jarak pandang yang menurun berisiko bagi pengendara di jalan raya dan aktivitas pelayaran antarpulau di Kepri.

Bagi warga dengan riwayat gangguan pernapasan, asap dapat memicu sesak napas dan iritasi tenggorokan. Kelompok paling rentan adalah anak-anak, lansia, dan penderita asma.

BMKG mengimbau masyarakat memantau perkembangan cuaca secara berkala. Warga yang hendak beraktivitas di luar ruangan disarankan mengenakan masker jika kabut asap mulai pekat.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top