Rui Pinto, Hacker Football Leaks yang Bongkar Skandal Manchester City

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:05:31 WIB
Rui Pinto, peretas di balik Football Leaks, kembali menjadi sorotan setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran keuangan.

KEPULAUAN RIAU — Rui Pinto, peretas otodidak di balik Football Leaks, kembali jadi sorotan setelah Komisi Independen Liga Inggris menyatakan Manchester City bersalah atas pelanggaran keuangan lebih dari £900 juta (sekitar Rp 18,3 triliun). Perlindungan saksi bagi Pinto dicabut pemerintah Portugal mulai 10 Oktober 2026, memaksanya menggalang dana 3 juta euro untuk biaya pelarian dan keamanan pribadi.

Rui Pinto bukan nama asing di dunia sepak bola Eropa. Pria asal Portugal itu dikenal sebagai sosok di balik Football Leaks, situs yang membocorkan jutaan dokumen rahasia klub, agen, dan pemain bintang. Aksi peretasan yang dilakukannya sejak 2015 kini berbuntut panjang, termasuk vonis bersalah Manchester City pada 29 September 2026.

Siapa Rui Pinto dan Bagaimana Aksinya Dimulai

Pinto memulai aksinya pada 2015 dengan nama samaran John. Saat itu ia tengah menempuh pendidikan di Budapest, Hungaria, dan mempelajari teknik peretasan secara otodidak tanpa latar belakang teknologi formal.

Dari kamar kosnya, ia mengunduh lebih dari 70 juta berkas rahasia. Isinya mencakup kontrak pemain, kesepakatan agen, struktur rekening offshore, hingga skema manipulasi pajak bintang dunia seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Bocoran tersebut memicu sejumlah kasus besar. Kasus dugaan kekerasan seksual Ronaldo di Las Vegas dibuka kembali, klub Twente dijatuhi sanksi larangan tanding akibat skema dana investasi Doyen Sports, dan penyelidikan korupsi politik Luanda Leaks di Angola bergulir.

Jejak Hukum dan Status Informan

Pada 2019, Pinto ditangkap di Budapest dan diekstradisi ke Portugal. Pengadilan menjatuhkan hukuman percobaan 4 tahun atas tuduhan peretasan dan percobaan pemerasan terhadap Doyen Sports.

Setahun kemudian, Pinto memilih bekerja sama dengan otoritas hukum. Ia menyerahkan arsip data terenkripsi dan masuk ke dalam program perlindungan saksi negara. Status ini yang kemudian menjadi pijakan hukum bagi pengusutan lanjutan kasus Manchester City.

Bocoran Email yang Menjerat Manchester City

Di antara jutaan dokumen yang diunduh Pinto, email internal Manchester City menjadi temuan paling berdampak. Media Jerman Der Spiegel mempublikasikan isinya pada 2018.

Email tersebut membongkar skema sponsorship fiktif. Pemilik klub disebut menyuntikkan dana pribadi berkedok pendapatan komersial untuk mengelabui aturan Financial Fair Play. Nilai manipulasi laporan keuangan ditaksir melebihi £900 juta.

Berdasarkan bukti awal peretasan itu, Komisi Independen Liga Inggris pada 29 September 2026 menyatakan Manchester City bersalah atas pelanggaran keuangan berat selama 9 musim, dari 2009/2010 hingga 2017/2018.

Perlindungan Dicabut, Nyawa Pinto Terancam

Sehari setelah vonis, tepatnya 30 September 2026, Komisi Perlindungan Saksi Portugal menghentikan seluruh pengawalan polisi dan fasilitas rumah aman bagi Pinto. Pencabutan berlaku mulai 10 Oktober 2026.

Keputusan itu memunculkan gelombang ancaman pembunuhan terhadap Pinto. Ia menyebut ada risiko pembunuhan berencana dari pihak-pihak yang dirugikan atas bocoran dokumen tersebut.

Untuk membiayai pelarian ke lokasi rahasia dan menyewa tim keamanan swasta independen, Pinto menggalang dana 3 juta euro (sekitar Rp 51,5 miliar) melalui GoFundMe.

Pernyataan Pinto

"Hanya beberapa jam setelah putusan resmi kesalahan Manchester City, pemerintah secara sengaja menempatkan saya dalam situasi yang mengancam jiwa dengan mencabut perlindungan saksi. Saya tidak punya pilihan selain berpindah ke lokasi rahasia. Namun satu hal yang pasti: perjuangan membongkar kecurangan ini tidak akan berhenti," tegas Rui Pinto.

Otoritas Portugal membantah pencabutan perlindungan ini terkait langsung dengan kasus Manchester City. Pinto meyakini ada tekanan besar di balik keputusan tersebut, demikian dikutip detikINET dari Dailysports, Rabu (7/10/2026).

Dampak ke Industri Sepak Bola

Vonis terhadap Manchester City menjadi salah satu keputusan terberat dalam sejarah Liga Inggris. Kasus ini juga menempatkan peran whistleblower digital seperti Pinto dalam posisi ambigu, di satu sisi dianggap kriminal, di sisi lain menjadi pemicu pengusutan kecurangan berskala global.

Bagi Pinto, ancaman fisik masih berlanjut. Penggalangan dana via GoFundMe menjadi jalur terakhir untuk membiayai perlindungan pribadinya selama proses hukum dan pengusutan kasus terkait masih berjalan.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top