DLH Natuna Imbau Warga Pakai Masker saat Beraktivitas di Luar Ruangan, Kualitas Udara Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:58:32 WIB
Warga beraktivitas di luar ruangan di Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna mengimbau warga memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan menyusul kualitas udara di wilayah itu masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Pemantauan pada 6 Oktober 2026 mencatat konsentrasi partikulat mencapai 51,3 mikrogram per meter kubik, dengan kondisi terlihat di Kecamatan Bunguran Timur. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis diminta membatasi aktivitas luar ruangan.

NATUNA — Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Natuna, Harmidi, menyatakan hasil pemantauan menunjukkan udara di wilayah tersebut mengandung partikulat yang berpotensi mengganggu kesehatan. Angka 51,3 mikrogram per meter kubik menempatkan kondisi udara pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Pemantauan dilakukan saat cuaca bersuhu 28 derajat Celsius, kecepatan angin sekitar 3 kilometer per jam, dan tingkat kelembapan mencapai 80 persen. Kondisi itu terlihat di Kecamatan Bunguran Timur.

Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Diduga Jadi Pemicu

Harmidi menduga memburuknya kualitas udara dipengaruhi karhutla yang terbawa angin dari wilayah Sumatera dan Kalimantan. Asap yang bergerak lintas wilayah itu membuat konsentrasi partikel di udara Natuna meningkat.

Dia menyebut kelompok sensitif perlu lebih membatasi aktivitas di luar ruangan. Paparan udara berkualitas tidak sehat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi mereka.

"Warga yang tetap harus melakukan kegiatan di luar rumah diimbau mengenakan masker untuk mengurangi paparan partikel di udara," ucap Harmidi.

Siapa yang Paling Rentan Terdampak?

DLH Natuna meminta anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis meningkatkan kewaspadaan. Kelompok ini dinilai paling berisiko mengalami keluhan akibat paparan partikel di udara.

Masyarakat juga diminta segera mengurangi paparan apabila mengalami keluhan kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan. Informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara di wilayah tersebut perlu diikuti secara berkala.

"Selain penggunaan masker, masyarakat juga kita harapkan menjaga kondisi kesehatan dan memperhatikan perkembangan kualitas udara secara berkala," ujar dia.

Langkah Warga Menghadapi Udara Tidak Sehat

Penggunaan masker menjadi langkah utama bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah. Masker membantu mengurangi paparan partikel yang melayang di udara.

Warga yang merasakan keluhan kesehatan diminta tidak menunda untuk mengurangi aktivitas luar ruangan. Pemantauan kualitas udara oleh DLH Natuna akan terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top