BATAM — Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano menyatakan pekerjaan interkoneksi pipa sepanjang 30 meter di Jalan Hang Lekiu Sambau itu menyasar kebutuhan pelayanan warga terdampak. Pipa baru tersebut menghubungkan pasokan dari IPA Duriangkang ke jaringan pelanggan di Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa, dan sekitarnya.
Pengerjaan dilakukan setelah kondisi sumber air baku Waduk Nongsa menurun. Curah hujan yang relatif rendah disebut menjadi penyebab utama berkurangnya debit air baku ke instalasi.
Waduk Nongsa selama ini menjadi sumber utama air baku bagi pelanggan di wilayah pesisir timur Batam. Ketika debitnya turun, tekanan air ke rumah warga ikut melemah, terutama pada jam pemakaian puncak.
Denny menyebut interkoneksi pipa ini sebagai solusi jangka pendek agar pasokan dari Duriangkang bisa menambal kekurangan dari Waduk Nongsa. "Pekerjaan interkoneksi ini kami lakukan untuk mengejar kebutuhan pelayanan bagi warga," jelasnya.
Selama masa pengerjaan, BP Batam menyiagakan armada tangki air di depan Polda melalui hidran pemadam. Distribusi air tangki itu mendapat pengawalan dari Polsek Nongsa dan Tim SPAM.
Langkah tersebut untuk memastikan warga tetap mendapat pasokan air selama aliran pipa belum sepenuhnya normal. "Selama pengerjaan, BP Batam menyiagakan armada tangki air di depan Polda melalui hidran pemadam," ujar Denny.
Pengaturan suplai dari Duriangkang berpotensi memengaruhi tekanan dan waktu aliran air di sejumlah wilayah lain. Kawasan yang perlu mewaspadai perubahan tekanan meliputi:
Denny menyatakan penyesuaian tekanan itu merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan. "Penyesuaian ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan," ujarnya.
Pasokan dari IPAM Duriangkang diarahkan untuk melayani Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa, dan sekitarnya. Denny menyebut dukungan suplai tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.
Warga di kawasan Nongsa dan wilayah lain yang berpotensi terdampak disarankan menampung air pada jam-jam aliran normal. BP Batam belum merinci berapa lama penyesuaian tekanan akan berlangsung setelah interkoneksi rampung.