BATAM — Laporan BMKG Hang Nadim Batam menyebut udara kabur akibat kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Tanjungpinang dan Bintan pada Sabtu pagi. Kondisi serupa diprakirakan berlanjut hingga Minggu dini hari di dua kabupaten/kota tersebut.
Asap berasal dari sebaran Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berpotensi mengganggu jarak pandang serta kesehatan pernapasan warga. BMKG meminta masyarakat tetap waspada selama periode ini.
Secara umum, BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Provinsi Kepulauan Riau cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tetap ada pada 3–4 Oktober 2026.
Kondisi itu dipicu belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau yang menyebabkan penumpukan massa udara. Penumpukan ini mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.
BMKG merilis peringatan dini bagi masyarakat Kabupaten Natuna. Warga diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada siang hari.
Suhu udara di Kepulauan Riau diprakirakan berkisar 24 hingga 32 °C. Kecepatan angin berkisar 0 hingga 19 km/jam bertiup dari arah selatan dan barat daya.
Kabut asap yang menaungi Bintan dan Tanjungpinang berisiko mengganggu kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit paru. Jarak pandang pengendara juga berpotensi berkurang pada pagi hari.
Warga diimbau memantau pembaruan prakiraan cuaca BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan. Pengguna jalan yang melintasi wilayah berkabut disarankan mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu kendaraan.