Titiek Soeharto Cek Cipinang, Bulog Pasok 507 Ton Beras Premium per Hari

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:38:01 WIB
Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto meninjau Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

KEPULAUAN RIAU — Perum Bulog menyalurkan sekitar 507 ton beras premium per hari ke seluruh Indonesia, atau baru 10% dari kebutuhan nasional, saat Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto meninjau Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Peninjauan itu memastikan stok beras dari Jawa Barat dan Jawa Tengah lancar serta harga stabil. Bulog mencatat cadangan beras pemerintah di gudang kini mencapai 4,8 juta ton.

Titiek Soeharto menyambangi empat toko di sentra beras Jakarta tersebut bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, perwakilan Bappenas, dan Satgas Pangan. Rombongan menanyakan pasokan, jenis beras yang dijual, asal stok, hingga harga yang berlaku ke pedagang.

Dari hasil penelusuran itu, Titiek menyatakan pasokan beras di Pasar Induk Cipinang lancar dan seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri. Menurutnya, tidak ada lagi pedagang yang mengandalkan impor karena Indonesia sudah swasembada beras.

Bulog Pasok 507 Ton Beras Premium per Hari

Rizal menyebut Bulog menyiapkan sekitar 507 ton beras premium per hari untuk seluruh wilayah Indonesia. Jumlah itu baru menutup sekitar 10% kebutuhan beras premium nasional, sedangkan sisanya 90% dipasok pihak swasta.

Untuk program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog menyalurkan hampir 4.000 ton beras per hari ke seluruh tanah air. Adapun total cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog telah mencapai 4,8 juta ton.

"Yang mana stok kami sekarang di gudang 4,8 juta ton tersebut, dari 4,8 juta ton tersebut akan disalurkan nanti beras SPHP tahap bahan sejumlah 1 juta ton sampai di bulan Maret 2027," kata Rizal.

Bulog juga akan menyalurkan beras bantuan pangan sesuai arahan Presiden pada Oktober, November, dan Desember dengan volume 1 juta ton.

Harga Beras Cipinang Dinilai Stabil

Titiek menegaskan stok yang melimpah membuat harga beras di sentra cenderung stabil dan tidak berfluktuasi. Pasokan datang dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan harga yang dinilai terjangkau.

"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa stok berasnya cukup, ada, aman, dan harganya juga stabil dan terjangkau oleh masyarakat," ujar Titiek usai berkeliling.

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, tingginya perputaran stok di tiap kios menjadi indikator daya beli masyarakat yang membaik. Semakin banyak beras yang diserap pasar induk, semakin banyak konsumen yang membeli di pasar-pasar pengecer.

Apa Artinya bagi Pedagang dan Konsumen

Bagi pedagang Cipinang, pasokan yang lancar dari sentra produksi mengurangi risiko kelangkaan yang sempat diisukan. Bagi konsumen, cadangan pemerintah sebesar 4,8 juta ton dan penyaluran SPHP 4.000 ton per hari menjadi bantalan jika gejolak harga muncul menjelang akhir tahun.

Rizal memastikan pemerintah dan pelaku usaha swasta bergerak bersama memenuhi kebutuhan pangan nasional. Ia menepis kabar kelangkaan beras yang beredar sebelumnya.

"Yang awalnya adanya info katanya ada kelangkaan beras, ternyata beras cukup berlimpah," kata Rizal. "Buktinya tadi kita bisa lihat bersama bahwa beras-beras itu ada di pasaran."

Dengan produksi dalam negeri yang menopang seluruh pasokan Cipinang, Titiek berharap petani ikut menikmati hasilnya. Menurutnya, volume produksi yang besar menjadi modal menjaga ketahanan pangan tanpa kembali membuka keran impor.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top