KEPULAUAN RIAU – Memilih pesantren untuk anak bukan cuma soal nama besar atau lokasi yang dekat rumah. Berikut tiga hal yang sebaiknya ditanyakan langsung ke pihak pesantren sebelum mendaftarkan anak.
Kehidupan santri berlangsung 24 jam, jadi tanyakan detail seperti jadwal tidur-bangun, kepadatan kamar, pengawasan pembina, sampai mekanisme komunikasi antara wali dan santri. Jangan cuma lihat gedung yang bagus saat kunjungan — datang saat kegiatan belajar berlangsung akan memberi gambaran lebih nyata.
Program tahfiz yang bagus bukan cuma soal seberapa banyak juz yang dihafal, tapi juga kemampuan santri mempertahankan hafalan lewat murojaah rutin. Tanyakan target hafalan per bulan, sistem penilaian, dan apakah orang tua mendapat laporan perkembangan berkala.
Pastikan pesantren punya izin operasional dan status sekolah formal yang jelas — apakah setingkat SMP/SMA atau MTs/MA, apakah terakreditasi, dan ijazah apa yang diperoleh santri setelah lulus. Ini penting kalau anak berencana melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Batam punya pilihan paling beragam dengan beberapa pesantren berorientasi tahfiz dan pendidikan terpadu. Bintan dan Tanjungpinang menawarkan alternatif dengan karakter pendidikan yang berbeda, cocok bagi keluarga yang tidak ingin membatasi pencarian hanya di Batam.
Apapun pilihannya, survei langsung dan berbicara dengan santri atau alumni tetap jadi cara paling efektif untuk menilai kecocokan sebelum memutuskan.