KARIMUN — Angin selatan yang menerjang perairan Kabupaten Karimun sejak beberapa pekan terakhir membuat nelayan di Desa Pongkar mengubah total kebiasaan melautnya. Mereka kini hanya berani beroperasi di perairan dangkal, itupun setelah memastikan kondisi angin benar-benar teduh.
"Kondisi laut saat ini tidak bersahabat. Kami melihat kondisi angin terlebih dahulu. Kalau agak teduh, baru kami bisa melaut untuk menabur jaring ikan. Untuk ke tengah laut belum bisa," ujar Amat, seorang nelayan Desa Pongkar, saat ditemui di Pantai Ketam pada Selasa (11/8).
Keterbatasan armada menjadi keluhan utama yang disuarakan para nelayan. Amat menyebut, dengan kapasitas pompong yang dimiliki saat ini, mereka tidak memiliki daya untuk menembus gelombang tinggi di tengah laut. Ia berharap pemerintah hadir melalui program bantuan sarana usaha perikanan.
"Kami sangat berharap Pemda Karimun dan Dinas Perikanan Provinsi Kepri membantu pompong ukuran 5 ton, agar kami bisa mencari ikan ke tengah laut dan mampu menghadapi kondisi ombak," harapnya.
Menurut Amat, armada berukuran 5 ton dinilai ideal untuk menjangkau wilayah penangkapan ikan yang lebih jauh. Dengan begitu, peluang mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak pun semakin terbuka dibandingkan hanya mengandalkan perairan dekat pantai yang mulai berkurang ikaninya.
Di tengah desakan bantuan armada, imbauan keselamatan juga mengemuka. Ketua DPP Laskar Melayu Bersatu, Dato Fahrizal, mengingatkan para nelayan agar tidak memaksakan diri melaut dalam kondisi ekstrem. Ia menegaskan bahwa nyawa jauh lebih berharga daripada hasil tangkapan.
"Himbauan kepada seluruh nelayan, berhati-hatilah saat melaut pada kondisi cuaca ekstrem saat ini. Keselamatan harus menjadi yang utama," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler pada Selasa (11/8).
Fahrizal turut menyuarakan hal yang sama dengan para nelayan. Ia berharap Pemkab Karimun tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tetapi juga serius dalam modernisasi alat tangkap dan penyediaan pompong yang memadai. Dukungan tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas perikanan daerah.
Tokoh masyarakat Karimun, Foto Didang Sarifudin, menambahkan bahwa kearifan lokal dalam membaca tanda-tanda alam tetap menjadi tameng utama bagi nelayan. Ia meminta agar setiap nelayan jeli melihat perkembangan kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk melaut, terutama saat angin selatan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perikanan Kabupaten Karimun terkait rencana pengadaan bantuan pompong untuk nelayan Desa Pongkar. Padahal, musim angin selatan diprediksi masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan, yang berarti aktivitas penangkapan ikan di perairan Karimun masih akan terganggu.