BMKG Hang Nadim Batam Imbau Warga Kepri Waspada Karhutla Saat Curah Hujan Mulai Berkurang

Penulis: Faisal Hasbi  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 19:24:31 WIB
Warga Kepulauan Riau diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka selama curah hujan mulai berkurang.

BATAMBMKG Hang Nadim Batam mengingatkan warga Kepulauan Riau untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kondisi lingkungan yang lebih kering dinilai dapat memperbesar risiko munculnya titik api.

Koordinator BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan masyarakat perlu menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah dan semak.

"Mari kita sama-sama menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakar sampah atau semak sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar," ujar Suratman, Senin (10/8/2026).

Warga Diminta Aktif Padamkan Api dan Lapor Titik Panas

Selain upaya pencegahan, Suratman mengajak warga berpartisipasi aktif dalam penanganan karhutla di lingkungan sekitar. Masyarakat diminta turut membantu pemadaman sesuai kemampuan masing-masing.

Jika menemukan titik api, warga diharapkan segera melaporkan ke pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

"Berpartisipasi aktif dalam pemadaman karhutla," katanya.

Cuaca Kering, Warga Diingatkan soal Dehidrasi dan Penggunaan Air

BMKG juga menyoroti dampak cuaca kering terhadap kesehatan masyarakat. Suratman menyarankan warga mengurangi kegiatan di luar ruangan yang memungkinkan terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama.

"Mengurangi berkegiatan di luar ruangan yang memungkinkan terpapar sinar matahari secara langsung," ujarnya.

Asupan cairan tubuh juga perlu dijaga. Masyarakat diminta memperbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi saat beraktivitas di tengah cuaca panas.

"Memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi," kata Suratman.

Di tengah intensitas hujan yang mulai jarang, BMKG mengingatkan warga untuk bijak menggunakan air. Penggunaan air secara efisien dinilai penting agar ketersediaan tetap terjaga.

"Bijak dalam penggunaan air, gunakan secukupnya saja, jangan israf atau berlebihan," ujarnya.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top