TANJUNGPINANG — Angka itu menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi pemerintah daerah. Sekitar 95 persen kebutuhan beras warga Kepri masih dipasok dari provinsi lain, seperti Jawa dan Sumatera, karena produksi lokal yang terbatas. Untuk menekan angka tersebut, Pemprov Kepri melalui DKP2KH telah menyalurkan bantuan bibit cabai dan padi sejak awal 2026.
Kepala DKP2KH Kepri Rika Azmi menyatakan pengembangan pertanian tahun ini tersebar di enam daerah, yakni Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas. Dari total lahan yang disiapkan, porsi terbesar untuk komoditas cabai mencapai 45 hektare, disusul padi seluas 40 hektare.
Pemerintah tidak menerapkan pengembangan padi secara merata di seluruh wilayah kepulauan. Bintan, Lingga, dan Natuna dipilih karena memiliki karakteristik lahan kering sekaligus sawah produktif yang dinilai paling memungkinkan untuk menopang produksi.
Kondisi geografis menjadi pembatas utama. Wilayah Kepri terdiri atas sekitar 96 persen lautan dan hanya 4 persen daratan, sehingga ruang untuk memperluas kawasan pertanian jauh lebih sempit dibandingkan daerah dengan daratan luas.
DKP2KH Kepri tidak hanya menyerahkan bibit, tetapi juga menurunkan penyuluh pertanian untuk mendampingi petani di lapangan. Pendampingan ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberhasilan pengembangan komoditas cabai dan padi.
“Pelan-pelan kita ingin mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah,” kata Rika.
Pemprov Kepri tidak sekadar menyalurkan bantuan lalu berhenti. DKP2KH Kepri rutin mengevaluasi perkembangan luas tanaman cabai dan padi setiap pekan untuk memastikan program berjalan sesuai target.
“Setiap Sabtu, kami evaluasi rutin terkait luas tanaman cabai maupun padi,” ujar Rika.
Program ini dijalankan mengikuti arahan Menteri Pertanian untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang ada dan meningkatkan produksi pangan lokal secara berkelanjutan. Target akhirnya jelas: memperbesar porsi pangan yang bisa dipenuhi dari produksi Kepri sendiri di tengah keterbatasan lahan yang ada.