TANJUNGPINANG — Aktivitas pelayaran di perairan Kepulauan Riau tengah menghadapi tantangan cuaca yang dinamis. Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Basarnas Tanjungpinang menyiagakan minimal satu armada laut di setiap pos yang tersebar di empat kabupaten/kota.
Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazli, menyebut karakteristik Kepri yang sebagian besar wilayahnya berupa perairan membuat kesiapsiagaan menjadi krusial. Tingginya mobilitas warga lewat laut harus diimbangi sistem pencarian dan pertolongan yang bergerak cepat.
“Kita juga terus meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan kita, mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Kita berharap seluruh stakeholder dan operator pelayaran khususnya untuk dapat meningkatkan kewaspadaan berkaitan dengan keselamatan,” ujar Fazli.
Penempatan armada laut diprioritaskan di sejumlah daerah yang menjadi jalur padat pelayaran. Pos Basarnas di Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjungpinang, dan Lingga masing-masing telah dilengkapi satu kapal SAR yang siap dikerahkan sewaktu-waktu.
“Masing-masing lokasi itu sudah kita siapkan minimal satu armada laut yang siap untuk merespons apa pun kondisi kejadian yang ada di sana,” kata Fazli.
Dengan pola sebaran ini, proses menuju lokasi kejadian diharapkan tidak memakan waktu terlalu lama. Kapal tidak perlu lagi bergerak dari satu titik pusat yang jaraknya jauh dari lokasi musibah.
Kesiapan dari jalur laut diperkuat pula lewat jalur udara. Basarnas Tanjungpinang menyiagakan dua unit helikopter Bolco di Lanud TNI AL Tanjungpinang.
Dukungan udara ini dibutuhkan untuk operasi yang memerlukan jangkauan lebih luas, terutama di wilayah yang sulit dijangkau kapal. Helikopter juga mempercepat evakuasi korban dari lokasi terpencil ke fasilitas kesehatan.
Penguatan siaga ini berkaitan dengan potensi perubahan cuaca yang meningkatkan risiko di laut, termasuk dampak fenomena El Nino. Basarnas mengingatkan operator kapal dan masyarakat pesisir agar tidak mengabaikan faktor keselamatan.
Pemeriksaan kondisi kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta pemantauan perkembangan cuaca menjadi langkah wajib sebelum memulai perjalanan. Fazli menegaskan seluruh unsur Basarnas berada dalam pola kesiagaan penuh selama 24 jam.
“Sehingga apa yang terjadi kita sudah langsung siap untuk melakukan pencarian dan penyelamatan,” tegasnya.
Masyarakat yang menghadapi kondisi darurat di perairan diminta segera menghubungi call center 115 atau melapor ke pos Basarnas terdekat. Dengan pola kesiagaan yang diperkuat di sejumlah titik, risiko terhadap keselamatan jiwa diharapkan bisa diminimalkan.