KEPULAUAN RIAU — Kabar ini mengemuka dalam panggilan pendapatan kuartalan Take-Two Interactive. CEO Strauss Zelnick menjelaskan bahwa kebijakan harga dan paket edisi GTA 6 sepenuhnya berada di tangan Rockstar Games sebagai pengembang. Hingga saat ini, hanya dua edisi yang tersedia untuk pre-order: edisi standar seharga $80 dan edisi ultimate seharga $100.
Zelnick mengakui bahwa popularitas GTA 6 sebenarnya memungkinkan mereka untuk memasang harga lebih tinggi. "Given the hype around this title, I mean, I think we could have made any number of other pricing choices," ujarnya kepada para investor.
Ia menambahkan, "But as I said earlier, our focus is on delivering way more value than what we charge for something." Pernyataan ini menegaskan bahwa kedua edisi yang ditawarkan sudah dianggap sangat padat konten oleh perusahaan.
Meski angka pre-order tercatat sangat tinggi, Zelnick mengingatkan bahwa angka tersebut bisa berubah. Pemesanan dapat dibatalkan kapan saja sebelum game resmi meluncur pada 19 November mendatang. Sikap hati-hati ini membuat Take-Two tetap optimis namun waspada terhadap proyeksi pendapatan mereka.
Perusahaan tetap mematok target kenaikan pendapatan sebesar 20% pada tahun fiskal berjalan, dengan GTA 6 sebagai motor utamanya.
Keputusan ini menarik karena early access semakin umum dipakai penerbit lain untuk mendorong penjualan edisi premium. Microsoft misalnya, kerap menerapkan sistem ini pada judul-judul besarnya. Forza Horizon 6 memberikan headstart saat dirilis awal tahun ini, dan Gears of War: E-Day juga akan menyediakan periode akses awal bagi pemilik edisi spesial.
GTA 6 dijadwalkan rilis pada 19 November untuk PS5 dan Xbox Series X|S. Sebelum itu, para penggemar bisa menyaksikan preview "extended" game ini lebih dulu di Netflix pada 27 Agustus, khusus untuk pelanggan layanan streaming tersebut.