JAKARTA — Ghea Indrawari kembali menyapa penggemar lewat karya terbaru bertajuk "Rasi Bintang". Album ini menjadi penerus dari album perdana "Berdamai" yang dirilis pada 2024 lalu dan fokus membahas tema penyembuhan diri serta cinta pada diri sendiri.
Dalam album terbarunya, pelantun lagu-lagu bernuansa pop ini mencoba merangkum fase emosi yang kerap dialami generasi muda. Mulai dari rasa takjub, ketakutan akan kehilangan, hingga kehidupan setelah putus cinta, semuanya dikemas dalam sembilan trek dengan warna musik yang berbeda-beda.
Meski mayoritas lagu di album ini berbahasa Indonesia, Ghea menyisipkan kejutan berupa tiga trek berbahasa Inggris. Ketiganya berjudul "The White Dress", "Twin Flames", dan "Universe Say No".
Langkah ini menjadi warna tersendiri bagi penggemar yang selama ini mengenalnya lewat lagu-lagu bernuansa lokal. Ketiga lagu tersebut turut memperkaya materi album yang secara keseluruhan mengusung analogi astronomi dan astrologi sebagai benang merahnya.
Ghea menyebut bahwa setiap lagu dalam album "Rasi Bintang" merepresentasikan emosi yang sering dirasakan Gen Z, namun sulit untuk diungkapkan lewat kata-kata.
"Setiap lagunya merepresentasikan emosi yang sering dirasakan Gen Z, namun sulit untuk diungkapkan lewat kata-kata," kata Ghea dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat.
Eksplorasi musikalitas yang dilakukan Ghea di album ini pun terbilang lebih berani. Ia mencoba menghadirkan warna yang berbeda di setiap lagu untuk menggambarkan perjalanan emosi yang kompleks, sejalan dengan tema besar yang diusung.
Dengan perilisan serentak di platform musik digital, "Rasi Bintang" kini dapat dinikmati oleh seluruh pendengar setia Ghea Indrawari di Indonesia. Album ini menjadi bukti evolusi musikalitasnya setelah sebelumnya sukses dengan album perdana yang mengangkat isu kesehatan mental.