TANJUNGPINANG — Pelaksana Tugas Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati mengungkapkan penurunan jumlah kunjungan ini dipicu faktor kalender. Selain libur sekolah Malaysia yang usai lebih awal, bulan Juni hanya memiliki satu hari libur nasional, yakni Tahun Baru Islam pada 16 Juni.
"Sedangkan pada bulan Juni hanya ada libur Tahun Baru Islam dan berakhirnya libur sekolah di Malaysia pada minggu pertama Juni. Kondisi ini memicu penurunan kunjungan wisman ke Kepri," kata Margaretha di Tanjungpinang, Senin.
Sepanjang Juni 2026, warga Singapura masih menjadi penyumbang kunjungan terbesar dengan total 102.524 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati wisman asal Malaysia dengan 51.049 kunjungan, disusul Tiongkok 7.041 kunjungan, dan India 6.060 kunjungan.
Kontributor lainnya berasal dari Filipina dengan 2.983 kunjungan, Australia 2.160 kunjungan, Myanmar 1.769 kunjungan, Inggris 1.529 kunjungan, Jepang 1.467 kunjungan, serta Korea Selatan 1.067 kunjungan. Adapun wisman dari negara lainnya tercatat 26.250 kunjungan.
Meski jumlah kunjungan turun, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Kepri pada Juni 2026 rata-rata mencapai 53,23 persen. Angka ini meningkat 4,51 poin dibandingkan TPK Mei 2026 yang berada di posisi 48,72 persen.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel bintang per Juni 2026 juga tercatat lebih tinggi, yakni 1,92 malam. Capaian ini menunjukkan perbaikan durasi tinggal wisatawan meskipun volume kunjungan berkurang.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri Hasan menyatakan optimistis target kunjungan wisman tahun 2026 sebesar 2,7 juta dapat tercapai. Hingga Juni 2026, realisasi kunjungan sudah menembus angka 1.040.914 orang.
"Kita optimistis target kunjungan wisman tahun ini dapat dicapai melalui penguatan promosi, peningkatan kualitas destinasi, serta penyelenggaraan berbagai event wisata berskala nasional dan internasional," ujar Hasan.
Sepanjang tahun ini, Kepri dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah agenda pariwisata tingkat nasional. Kementerian Pariwisata RI menetapkan Kepri sebagai penyelenggara Wonderful Indonesia Wellness yang akan digelar di Pulau Bintan, meliputi wilayah Tanjungpinang dan Bintan.
Kepri juga masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) melalui Jong Race Festival di Kabupaten Bintan dan Kenduri Seni Melayu di Kota Batam. Dua agenda ini bakal diperkuat dengan kegiatan pendukung seperti Penyengat Heritage serta Kepri International Art & Culture 2026.
Pada Agustus mendatang, ajang balap sepeda Tour de Bintan dijadwalkan berlangsung dengan menargetkan ribuan peserta dari dalam dan luar negeri. "Dengan rangkaian agenda wisata berskala internasional ini, kami optimistis pariwisata Kepri akan terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat," kata Hasan.