KEPULAUAN RIAU — Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tidak hanya menjadi panggung peluncuran mobil baru, tetapi juga ajang bagi konsumen untuk melepas kendaraan lamanya. OLXmobbi, yang kembali ditunjuk sebagai official trade-in partner, menargetkan serapan mobil baru yang lebih tinggi melalui layanan inspeksi dan penawaran harga kompetitif di ICE BSD, Tangerang, yang berlangsung sejak Jumat (31/7).
Data internal OLXmobbi menunjukkan tren positif yang konsisten. Pada perhelatan GIIAS 2025 lalu, jumlah trade-in dan penyerapan mobil baru melonjak hingga 68 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini berbanding lurus dengan catatan GIIAS 2024 yang juga naik 26 persen dari 2023.
Dari sisi model, Toyota mendominasi daftar kendaraan yang paling sering menjalani inspeksi. Tiga model teratas semuanya berasal dari pabrikan asal Jepang itu, yaitu Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, dan Toyota Rush. Sementara itu, jika dikelompokkan berdasarkan jenisnya, segmen MPV menjadi penyumbang terbesar aktivitas trade-in, disusul SUV dan hatchback.
Untuk memikat konsumen di GIIAS 2026, OLXmobbi menggelontorkan program promosi agresif. Total cashback yang ditawarkan mencapai Rp35 juta, dengan rincian cashback khusus OLXmobbi hingga Rp15 juta dan promo kolaborasi trade-in untuk berbagai merek mobil. Klaim dana hasil penjualan pun diklaim sangat cepat, yakni kurang dari satu jam setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap pasca-inspeksi.
Layanan ini didukung penuh ekosistem Grup Astra, melibatkan jaringan diler seperti Auto2000, Astra Daihatsu, BMW Astra, serta skema pembiayaan dari Astra Financial, ACC, dan TAF. Hal ini memastikan proses transaksi dari lepas mobil lama hingga serah terima unit baru berjalan dalam satu atap.
Di luar layanan pameran, OLXmobbi juga memperkuat ekosistem digitalnya dengan meluncurkan kategori Mobil Baru pada Juni 2026. Fitur ini memungkinkan pengguna membandingkan berbagai merek kendaraan anyar dalam satu platform. Langkah ini disertai kehadiran OLA (OLX Virtual Assistant), asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang masih dalam versi beta untuk pengguna Android.
Chief Operating Officer OLXmobbi, Agung Iskandar, menjelaskan bahwa OLA dirancang untuk menjawab kebingungan konsumen dalam memilih kendaraan. "OLA hadir untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan teknologi AI, OLA dapat memahami kebutuhan pengguna melalui percakapan sehingga dapat memberikan rekomendasi kendaraan yang lebih relevan, baik mobil baru maupun mobil bekas," ujarnya di ICE BSD.
Adapun President Director OLXmobbi, Naga Sujady, menegaskan bahwa kemudahan proses tukar tambah menjadi kunci utama mendorong penjualan kendaraan baru. "Ketika ingin melakukan upgrade kendaraan, salah satu tantangan konsumen adalah bagaimana menjual mobil lama secara praktis sekaligus mendapatkan harga yang kompetitif," kata Naga. Dengan skema yang ditawarkan, konsumen tidak perlu repot mencari pembeli individual dan bisa langsung berkonsentrasi pada pilihan mobil impiannya di pameran.