NATUNA — Keempat mahasiswa tersebut diterima langsung untuk mendalami aktivitas kehumasan dan protokoler di lingkungan Sekretariat Daerah setempat. Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan syarat akademik, melainkan menjadi jembatan bagi para mahasiswa untuk beradaptasi dengan dinamika birokrasi pemerintahan.
Ketua Program Studi KPI STAI Natuna, Septian Liandy, M.Pd., menegaskan bahwa PKL adalah simulasi nyata dunia kerja yang tidak bisa dianggap remeh. Ia berpesan agar para mahasiswa menjaga disiplin dan membawa nama baik almamater selama berada di lingkungan Prokopimda.
“Kalian harus serius dalam menjalankan PKL karena kegiatan ini merupakan salah satu gambaran umum tentang dunia kerja. Kalian juga harus mampu mengatur waktu dengan baik selama dua bulan agar seluruh kegiatan dapat berjalan lancar,” ujarnya dalam sambutan penerimaan, Senin.
Septian menambahkan, kemampuan membagi waktu antara tugas lapangan dan penyusunan laporan menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi para mahasiswa. Ia berharap pengalaman ini membentuk karakter profesional sejak dini.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada pihak Prokopimda Kabupaten Natuna yang telah menerima mahasiswa kami untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan,” kata Septian mengapresiasi.
Senada dengan itu, Lidiya, perwakilan mahasiswa PKL, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Prokopimda yang telah memberikan kesempatan belajar. Menurutnya, momen ini adalah langkah awal untuk memahami situasi dan budaya kerja di instansi publik.
“PKL bukan hanya tentang membuat laporan untuk memenuhi tugas kuliah, tetapi juga bagaimana kami dapat beradaptasi, berinteraksi, serta mempelajari secara langsung seperti apa lingkungan dan tanggung jawab di dunia kerja,” jelas Lidiya.
Rangkaian acara penerimaan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan sesi foto bersama antara pihak Prokopimda Kabupaten Natuna, Ketua Program Studi KPI, dan keempat mahasiswa sebagai tanda dimulainya masa pengabdian mereka.