Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter per 3 Agustus 2026, Pertamina: Efek Harga Minyak Dunia

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 12:18:01 WIB
Petugas melayani konsumen di SPBU Pertamina usai harga Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter per 3 Agustus 2026.

KEPULAUAN RIAU — Kabar baik bagi pengguna bahan bakar minyak (BBM) Pertamina. Pada awal Agustus 2026 ini, PT Pertamina Patra Niaga kembali melakukan evaluasi harga untuk produk non-subsidi. Hasilnya, tiga varian BBM mengalami penurunan harga, sementara dua produk diesel lainnya tetap bertahan di posisi semula.

Penyesuaian ini bukan tanpa alasan. Manajemen menyebut pergerakan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan angka baru di pompa bensin.

Daftar Harga Terbaru dan Produk yang Terdampak

Penurunan paling signifikan terjadi pada Pertamax Turbo. Produk dengan oktan tinggi ini turun Rp1.000, dari sebelumnya Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 juga ikut dipangkas Rp400 menjadi Rp16.600 per liter.

Untuk varian andalan, Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp15.950 per liter, turun dari harga lama Rp16.250 per liter. Namun, tidak semua produk mengalami perubahan. Pertamina Dex dan Dexlite masih dipatok pada harga Rp21.150 per liter dan Rp19.700 per liter.

Perlu dicatat, harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta. Di daerah dengan tarif pajak berbeda, nominalnya bisa sedikit berubah.

Alasan Pertamina Menurunkan Harga

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga stabilitas pasokan. Evaluasi harga dilakukan secara berkala mengikuti arahan pemerintah.

"Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat," ujar Kitty dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).

Dengan turunnya harga ini, diharapkan aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat yang menggunakan BBM non-subsidi bisa sedikit terbantu. Terlebih, harga BBM menjadi salah satu komponen utama yang mempengaruhi biaya transportasi dan harga barang di pasaran.

Bagi konsumen yang ingin mengetahui harga resmi di wilayahnya masing-masing, Pertamina juga memperbarui informasi ini melalui aplikasi MyPertamina dan papan harga di setiap SPBU. Penurunan ini menjadi sinyal positif di tengah fluktuasi ekonomi global yang masih dinamis.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: pewarta.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top