NATUNA — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Natuna mengingatkan para ibu di wilayah kepulauan untuk tidak memberikan madu, air putih, maupun susu formula kepada bayi sebelum usia enam bulan tanpa indikasi medis. Kebiasaan yang masih sering dijumpai di masyarakat ini dinilai dapat mengganggu keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan berisiko terhadap kesehatan bayi.
Ketua IBI Cabang Natuna, Firdian Fransisca, mengatakan bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi karena mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, ASI juga mengandung antibodi yang melindungi bayi dari infeksi, menurunkan risiko stunting, serta mendukung tumbuh kembang dan perkembangan otak secara optimal.
Firdian menjelaskan bahwa pemberian makanan atau minuman terlalu dini justru dapat meningkatkan risiko infeksi, gangguan pencernaan, dan alergi pada bayi. Hal ini sekaligus mengurangi peluang keberhasilan ASI eksklusif yang seharusnya diberikan tanpa tambahan apa pun selama enam bulan pertama.
"Setiap tetes ASI merupakan investasi terbaik bagi kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak. Keberhasilan menyusui tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan lingkungan," kata Firdian dalam keterangannya di Natuna, Sabtu.
IBI menilai masih ada sejumlah kendala yang dihadapi ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyusui dan penyimpanan ASI, kekhawatiran produksi ASI tidak mencukupi, hingga keterbatasan fasilitas bagi ibu bekerja untuk memerah dan menyimpan ASI menjadi tantangan utama.
Oleh karena itu, IBI mendorong para pemberi kerja untuk menyediakan ruang laktasi dan tempat penyimpanan ASI. Dukungan ini dinilai krusial agar ibu yang bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
Suami, orang tua, dan anggota keluarga lainnya juga diminta berperan aktif mendukung ibu menyusui. Bentuk dukungan itu bisa dimulai dari memberikan dukungan emosional, membantu pekerjaan rumah, hingga memastikan ibu memperoleh istirahat dan asupan gizi yang cukup.
Selain bermanfaat bagi bayi, menyusui juga memberikan keuntungan bagi ibu. Proses ini membantu mempercepat pemulihan setelah melahirkan, mengurangi perdarahan masa nifas, membantu mengembalikan ukuran rahim, serta menurunkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium.
"Menyusui juga mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi," ujar Firdian.
Setelah bayi berusia enam bulan, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi seimbang mulai diberikan. Namun, pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih.
IBI Cabang Natuna bersama fasilitas pelayanan kesehatan berkomitmen memperkuat edukasi, pendampingan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Targetnya sederhana: semakin banyak bayi di Natuna memperoleh haknya mendapatkan ASI eksklusif.