TANJUNGPINANG — Ribuan mahasiswa itu akan tersebar di Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, dan Kota Batam. KKN tahun ini bersifat kolaboratif antara Umrah dan Universitas Riau (Unri), menjadikannya salah satu pengabdian mahasiswa terbesar di wilayah pesisir tersebut.
Wagub Nyanyang Haris Pratamura menitipkan pesan agar para peserta tidak sekadar mencari pengalaman, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat bagi warga di lokasi penugasan.
"Jadilah mahasiswa yang siap mengabdi dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Nyanyang saat melepas mahasiswa di Pulau Dompak, Sabtu.
Menurut Nyanyang, KKN adalah wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang didapat di bangku kuliah. Ia meminta para peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjadikan pengabdian ini sebagai ruang belajar sekaligus sarana mencari solusi atas persoalan riil di tengah masyarakat.
Kehadiran mahasiswa, lanjutnya, harus menjadi energi baru bagi desa. Bukan malah menambah beban warga setempat.
Di hadapan para peserta, Wagub menegaskan bahwa kekuatan utama Provinsi Kepri tidak hanya terletak pada potensi sumber daya alam. Kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, justru menjadi investasi terbaik daerah.
"Investasi terbaik yang dimiliki Kepri adalah sumber daya manusianya, karena itu saya berharap adik-adik mahasiswa dapat menjadi generasi Kepri yang berkualitas, berintegritas, serta mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional," ucapnya.
Rektor Umrah Agung Damar Sakti menambahkan, KKN adalah bagian penting dari proses pembelajaran yang memberi pengalaman langsung untuk hidup dan mengabdi di tengah masyarakat. Ia mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga punya karakter dan kepedulian.
"Jadikan ilmu yang telah dipelajari sebagai bekal untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat dengan mengedepankan empat kompetensi utama, yakni critical thinking, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah," ujarnya.
Agung berharap kehadiran 1.336 mahasiswa ini mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan desa di Kepri.