NATUNA — Sebanyak 33 putra-putri terbaik dari 15 kecamatan di Kabupaten Natuna resmi mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan calon anggota Paskibraka tingkat kabupaten. Mereka terdiri atas 18 peserta putra dan 15 peserta putri yang telah lolos seleksi ketat di tingkat kecamatan.
Kegiatan yang berlangsung hingga 17 Agustus 2026 ini tidak sekadar mempersiapkan fisik untuk bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih. Lebih dari itu, Pemkab Natuna menargetkan lahirnya generasi muda berjiwa Pancasila yang memiliki komitmen menjaga persatuan bangsa.
Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda, menegaskan bahwa pendidikan karakter menjadi inti pembinaan tahun ini. Materi yang diberikan mencakup penguatan nilai kebangsaan, patriotisme, cinta tanah air, bela negara, disiplin, integritas, hingga pengembangan karakter kepemimpinan.
"Sesuai arahan Ibu Bupati, pendidikan karakter tetap kami maksimalkan agar mampu menciptakan generasi muda yang memiliki rasa cinta tanah air, jiwa nasionalisme, serta semangat bela negara," ujarnya.
Pendidikan karakter dalam diklat ini diberikan melalui dua pendekatan sekaligus, yakni teori di dalam ruangan dan praktik langsung di lapangan. Para peserta juga akan menerima berbagai materi dari pelatih dan pembina yang telah ditunjuk oleh pemerintah kabupaten.
Helmi mengakui adanya penyesuaian anggaran pada 2026. Namun, hal tersebut tidak mengurangi kualitas pendidikan karakter yang menjadi fokus utama pembinaan calon paskibraka tahun ini.
Sebagai bentuk efisiensi, Pemkab Natuna mengurangi pengadaan pakaian dan atribut bagi para pendamping. Dengan begitu, anggaran dapat difokuskan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada peserta didik.
Wakil Bupati Natuna Jarmin menekankan bahwa para calon paskibraka merupakan representasi generasi muda terbaik daerah. Mereka diharapkan mampu menjadi contoh dalam sikap, perilaku, kedisiplinan, dan semangat cinta tanah air bagi teman sebayanya.
"Seraplah ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diberikan para pelatih dan pembina. Jadikan setiap materi dan latihan sebagai sarana untuk membentuk mental, menguatkan fisik, serta mengembangkan karakter kepemimpinan," katanya saat membuka kegiatan.
Jarmin menambahkan bahwa pemusatan pendidikan dan pelatihan ini merupakan tahap penting dalam membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, memiliki jiwa nasionalis, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Para peserta yang mengikuti diklat ini akan bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Natuna. Selama kurang lebih dua pekan, mereka akan menjalani latihan fisik, baris-berbaris, serta pendalaman wawasan kebangsaan.
Pemusatan diklat yang dipusatkan di Kecamatan Bunguran Timur ini menjadi ajang pembuktian bagi para peserta untuk menunjukkan kapasitas dan komitmen mereka sebagai calon pengibar bendera pusaka.