Pemkab Natuna Wajibkan 6 Kali Pemeriksaan Kehamilan di Puskesmas, Kantongi USG Dua Kali Gratis

Penulis: Faisal Hasbi  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 23:16:01 WIB
Pemkab Natuna mewajibkan enam kali pemeriksaan kehamilan di puskesmas dengan layanan USG gratis dua kali.

NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menggencarkan deteksi dini risiko kesehatan ibu hamil melalui enam kali pemeriksaan kehamilan di puskesmas. Langkah ini menjadi salah satu upaya strategis menekan angka kematian ibu dan bayi di daerah kepulauan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah menyebut layanan ini dapat diakses di seluruh puskesmas yang tersebar di kecamatan. Setiap ibu hamil diwajibkan menjalani pemeriksaan kandungan secara rutin sesuai standar yang telah ditetapkan.

USG Dua Kali dan Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil

"Dalam enam kali pemeriksaan kehamilan, ibu hamil akan menjalani pemeriksaan kandungan menggunakan alat pemindai kehamilan (USG) sebanyak dua kali secara gratis di puskesmas," ujar Hikmat di Natuna, Jumat.

Selain pemeriksaan medis, setiap kunjungan ke puskesmas juga diiringi pemberian tablet tambah darah sesuai kebutuhan. Hal ini bertujuan memenuhi kebutuhan gizi mikro yang krusial selama masa kehamilan.

Hikmat menambahkan, setiap ibu hamil juga dibekali Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku tersebut menjadi panduan dan catatan kesehatan yang memuat informasi sejak masa kehamilan, persalinan, hingga tumbuh kembang anak sampai usia lima tahun.

Kelas Ibu Hamil di Posyandu: Suami Wajib Hadir

Untuk memperkuat edukasi, Pemkab Natuna memastikan setiap desa dan kelurahan memiliki satu lokasi kelas ibu hamil yang dipusatkan di posyandu. Lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan kemudahan akses, keamanan, serta kenyamanan bagi peserta selama mengikuti kegiatan.

Dalam kelas tersebut, para calon ibu mendapat materi tentang cara menjaga kesehatan selama kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi, mengenali tanda bahaya, hingga mempersiapkan persalinan dan perawatan bayi.

Yang menarik, kelas ini tidak hanya menyasar ibu hamil. Para suami dilibatkan secara aktif dan dibekali pengetahuan mengenai cara memperlakukan ibu hamil dengan baik, membangun komunikasi positif, serta menghindari hal-hal yang dapat memicu stres.

Dukungan Suami Kunci Stabilitas Psikologis Ibu

Hikmat mengimbau para suami untuk hadir di setiap pertemuan kelas ibu hamil. Menurutnya, kehadiran suami menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin secara menyeluruh.

"Kehadiran suami itu penting karena ibu hamil membutuhkan perhatian, pendampingan, dan dukungan selama kehamilan. Dengan begitu, kondisi psikologis ibu tetap terjaga dan proses kehamilan hingga persalinan dapat dilalui lebih nyaman," katanya.

Dengan skema layanan yang menyentuh aspek medis dan psikososial ini, Pemkab Natuna berharap risiko kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir dapat ditekan seminimal mungkin, terutama di wilayah dengan akses fasilitas kesehatan yang terbatas.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top