NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, resmi mengoperasikan Sistem Jaringan Gudang Wilayah dan Arus Distribusi Bantuan Bencana (Sejuba) untuk memangkas waktu penyaluran logistik ke kecamatan-kecamatan yang terpisah pulau. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna Puryanti mengatakan, inovasi ini membentuk gudang penyimpanan logistik di sejumlah kecamatan kepulauan yang selama ini sulit dijangkau dari pusat kabupaten.
Delapan kecamatan yang menjadi titik strategis Sejuba meliputi Serasan, Serasan Timur, Subi, Midai, Suak Midai, Pulau Laut, Pulau Seluan, dan Pulau Panjang. Logistik bantuan didistribusikan dari ibu kota kabupaten untuk ditempatkan sebagai stok cadangan di gudang-gudang wilayah tersebut.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Natuna Trisnan Saputra mengungkapkan, Sejuba memiliki alur distribusi yang sistematis. Dimulai dari laporan kejadian, verifikasi dan asesmen kebutuhan, penetapan jenis bantuan, hingga pengecekan stok gudang terdekat dari lokasi bencana.
"Melalui Sejuba, distribusi bantuan tidak harus selalu berasal dari gudang induk di pusat kabupaten, tetapi dapat dikirim dari gudang wilayah terdekat dengan lokasi terdampak," ujar Puryanti.
Setelah penentuan gudang, proses berlanjut ke pengeluaran logistik, distribusi, penyerahan bantuan, pelaporan, hingga pemantauan dan pengisian kembali stok. Dengan keberadaan gudang di kecamatan, waktu tempuh bantuan ke masyarakat terdampak dipangkas secara signifikan.
Inovasi Sejuba tidak muncul tiba-tiba. Trisnan menuturkan, sistem ini lahir setelah bencana longsor melanda Pulau Serasan pada 2023. Saat itu, gudang atau lumbung sosial pertama didirikan di pulau tersebut, kemudian terus dikembangkan hingga menjangkau kecamatan kepulauan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial melibatkan pemerintah daerah, kecamatan, desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), BPBD, serta unsur TNI dan Polri. Koordinasi lintas instansi ini dinilai krusial saat kondisi darurat terjadi.
Meski sistem jaringan gudang telah berjalan, Trisnan mengakui masih ada pekerjaan rumah yang belum tuntas. Di Pulau Serasan, gudang khusus atau lumbung khusus sudah berdiri. Namun, di kecamatan lain, logistik masih disimpan di kantor camat setempat.
Kondisi serupa terjadi di ibu kota kabupaten. Logistik untuk wilayah pusat masih memanfaatkan ruangan di kantor Dinas Sosial. Trisnan menyebut kondisi tersebut membuat logistik rentan mengalami kerusakan.
Pemkab Natuna sebenarnya telah mengusulkan pembangunan gudang logistik permanen melalui rencana pembangunan setiap tahun. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan tersebut belum dapat diwujudkan.
"Gudang ini diperlukan, baik di area induk maupun di kecamatan-kecamatan, agar logistik dapat tersimpan dengan aman dan terjaga kualitasnya," ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Natuna berharap inovasi ini mampu meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana sekaligus memberikan perlindungan lebih cepat kepada masyarakat di wilayah kepulauan. Selain mempercepat layanan kebencanaan, Sejuba juga menjadi sarana edukasi bagi pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta tata kelola bantuan yang terencana.